Pakar Mitigasi Bencana Sebut Ini PR Pemprov DKI Atasi Banjir
Senin, 01 Februari 2021 - 06:12 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menilai, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam penanggulangan masalah banjir . Seperti, memperbanyak pompa, memperkuat tanggul, hingga mengembalikan fungsi sungai.
"Memperkuat tanggul sungai, mengembalikan fungsi sungai,memperbanyak pompa dan memperlancar aliran sungai, bisa kategorikan sebagai upaya-upaya mitigasi bencana," tuturnya ketika dihubungi, Senin (1/2/2021).
Dia menjelaskan, mengelola banjir haruslah dalam skala jangka panjang dan menyeluruh, bukan hanya mengelola daerah rendaman banjir, tetapi juga mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) secara baik. Menurutmya, pengelolaan DAS masuk kategori baik, apabila hal itu dapat secara berangsur mengurangi anomali jumlah air dalam sistem sungai pada saat musim hujan dan musim kemarau.
"Hal itu dapat tercapai apabila kita mengelola DAS secara menyuluruh, baik di hulu maupun di hilir," katanya. Baca juga: Kronologis Kenaikan Pintu Air Laut Jakarta, 9 Wilayah Terancam Banjir Rob
Lebih jauh dia memaparkan, Pemprov DKI juga diminta memperbanyak sumur resapan, embung resapan, hingga ruang terbuka hijau, yang berujung meningkatnya air resapan. Menurutnya, hal itu lah yang merupakan upaya awal yang diperlukan untuk mencegah bahaya banjir.
"Memperkuat tanggul sungai, mengembalikan fungsi sungai,memperbanyak pompa dan memperlancar aliran sungai, bisa kategorikan sebagai upaya-upaya mitigasi bencana," tuturnya ketika dihubungi, Senin (1/2/2021).
Dia menjelaskan, mengelola banjir haruslah dalam skala jangka panjang dan menyeluruh, bukan hanya mengelola daerah rendaman banjir, tetapi juga mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) secara baik. Menurutmya, pengelolaan DAS masuk kategori baik, apabila hal itu dapat secara berangsur mengurangi anomali jumlah air dalam sistem sungai pada saat musim hujan dan musim kemarau.
"Hal itu dapat tercapai apabila kita mengelola DAS secara menyuluruh, baik di hulu maupun di hilir," katanya. Baca juga: Kronologis Kenaikan Pintu Air Laut Jakarta, 9 Wilayah Terancam Banjir Rob
Lebih jauh dia memaparkan, Pemprov DKI juga diminta memperbanyak sumur resapan, embung resapan, hingga ruang terbuka hijau, yang berujung meningkatnya air resapan. Menurutnya, hal itu lah yang merupakan upaya awal yang diperlukan untuk mencegah bahaya banjir.
Lihat Juga :