Masjid Raya Sumbar Paduan Rumah Gadang dengan Arsitektur Modern
Minggu, 31 Januari 2021 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Sentuhan arsitektur modern dapat kita temukan saat memasuki ruang utama masjid. Langit-langit ruangan yang dibuat cukup tinggi sehingga memberikan kesan ruangan lega serta membuat sirkulasi udara mengalir dengan baik, semakin menarik dengan ukiran asmaul husna. Pencahayaan di dalam masjid ini juga amat baik, sehingga memberikan kenyamanan bagi para jamaah saat beribadah. Baca juga: Wamenag: Lulusan PTKI akan Tergilas Zaman Jika Tak Dibekali Skill Ini
Masjid yang terletak di jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini peletakan batu pertamanya dilakukan pada 21 Desember 2007. Pembangunannya tuntas pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp325-330 miliar.
Masjid Raya Sumatera Barat ini menjadi ikon Sumatera Barat dibangun di lahan seluas sekitar 40.000 meter persegi dengan luas bangunan utama kurang dari setengah luas lahan tersebut, yakni sekitar 18.000 meter persegi, sehingga menyisakan halaman yang luas.
Pada struktur konstruksi bangunan menunjukkan pola rumah gadang dengan pola segitiga ke bawah, bahan material kayu dan ornamen pada passade masjid merupakan bentuk ukiran yang terdapat pada rumah gadang, gonjong yang dihadirkan berakar dari bentuk gonjong pada rumah gadang.
Bagian interiornya terdiri dari bagian mihrab, liwan dan sahn. Pada bagian mihrab ini mengusung bentuk desain yang lebih modern, bentuk lingkaran bulat telur itu mengingatkan penulis kepada karya rancangan desainer terkenal dunia yaitu Karim Rashid seorang desainer yang sangat terkenal dengan gaya futuristiknya, dia sering membuat bentuk-bentuk yang hampir serupa dengan rancangan mihrab masjid ini. Di lain sisi, bentuk mihrab seperti bulat telur juga mengingatkan kepada bentuk hajar aswad yang berada di makkah.
Masjid yang terletak di jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini peletakan batu pertamanya dilakukan pada 21 Desember 2007. Pembangunannya tuntas pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp325-330 miliar.
Masjid Raya Sumatera Barat ini menjadi ikon Sumatera Barat dibangun di lahan seluas sekitar 40.000 meter persegi dengan luas bangunan utama kurang dari setengah luas lahan tersebut, yakni sekitar 18.000 meter persegi, sehingga menyisakan halaman yang luas.
Pada struktur konstruksi bangunan menunjukkan pola rumah gadang dengan pola segitiga ke bawah, bahan material kayu dan ornamen pada passade masjid merupakan bentuk ukiran yang terdapat pada rumah gadang, gonjong yang dihadirkan berakar dari bentuk gonjong pada rumah gadang.
Bagian interiornya terdiri dari bagian mihrab, liwan dan sahn. Pada bagian mihrab ini mengusung bentuk desain yang lebih modern, bentuk lingkaran bulat telur itu mengingatkan penulis kepada karya rancangan desainer terkenal dunia yaitu Karim Rashid seorang desainer yang sangat terkenal dengan gaya futuristiknya, dia sering membuat bentuk-bentuk yang hampir serupa dengan rancangan mihrab masjid ini. Di lain sisi, bentuk mihrab seperti bulat telur juga mengingatkan kepada bentuk hajar aswad yang berada di makkah.
Lihat Juga :