Penampakan Wedus Gembel Gunung Merapi, Ternyata Tembus Jarak 3,5 Km
Jum'at, 29 Januari 2021 - 13:59 WIB
loading...
Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menggunakan drone untuk melihat gambaran detail jarak luncur awan panas Gunung Merapi. Foto/BPPTKG
A
A
A
YOGYAKARTA - Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menggunakan drone untuk melihat gambaran detail jarak luncur wedus gembel atau awan panas yang dikeluarkan Gunung Merapi selama erupsi.
Baca juga: Wedus Gembel Merapi Menerjang hingga 3 Km dari Puncak, Warga Sleman Ngungsi
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, pihaknya melakukan validasi jarak luncur awan panas. Lantaran selama ini menggunakan dasar amplitudo dan juga durasi waktu sering dengan kecepatan rata rata awan panas, maka dibutuhkan visual dengan ukuran jelas yakni menggunakan drone.
Baca juga: Gunung Merapi Semburkan 8 Kali Wedus Gembel, Meluncur Tembus Jarak 1,5 Km
"Hasil foto udara menunjukkan jarak luncur awan panas pada 27 Januari 2021 mencapai 3,5 km untuk jarak miring atau 3,2 km jika dihitung jarak horisontal," katanya di Yogyakarta Jumat (29/1/2021).
![Penampakan Wedus Gembel Gunung Merapi, Ternyata Tembus Jarak 3,5 Km]()
Dia menjelaskan, jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi. Saat ini awan panas masih berpotensi terjadi di gunung api teraktif di Indonesia tersebut.
Baca juga: Wedus Gembel Merapi Menerjang hingga 3 Km dari Puncak, Warga Sleman Ngungsi
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, pihaknya melakukan validasi jarak luncur awan panas. Lantaran selama ini menggunakan dasar amplitudo dan juga durasi waktu sering dengan kecepatan rata rata awan panas, maka dibutuhkan visual dengan ukuran jelas yakni menggunakan drone.
Baca juga: Gunung Merapi Semburkan 8 Kali Wedus Gembel, Meluncur Tembus Jarak 1,5 Km
"Hasil foto udara menunjukkan jarak luncur awan panas pada 27 Januari 2021 mencapai 3,5 km untuk jarak miring atau 3,2 km jika dihitung jarak horisontal," katanya di Yogyakarta Jumat (29/1/2021).

Dia menjelaskan, jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi. Saat ini awan panas masih berpotensi terjadi di gunung api teraktif di Indonesia tersebut.
Lihat Juga :