COVID-19 Berpotensi Memicu Masalah Gangguan Mental
Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:13 WIB
loading...
Foto/ilustrasi.ist
A
A
A
BEIJING - Komisi Kesehatan China menyatakan pasien COVID-19 yang sembuh mungkin memerlukan pengobatan untuk kerusakan paru-paru, jantung dan organ dalam lain, hilangnya fungsi otot, bahkan gangguan mental. Ini dapat terjadi dalam jangka panjang.
Komisi tersebut juga telah menetapkan kondisi sebagai penyakit kronis dan telah memperluas cakupan asuransi untuk biaya medis yang melibatkan komplikasi yang mungkin timbul setelah pemulihan COVID-19.
"Karena jumlah pasien COVID-19 yang keluar dari rumah sakit meningkat, kebutuhan rehabilitasi menjadi menonjol," kata komisi itu dalam pedomannya, seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (16/5/2020).
(Baca: Remaja Inggris Meninggal karena Penyakit Mirip Kawasaki yang Terkait COVID-19)
Meskipun sebagian besar pasien, terutama mereka yang memiliki gejala COVID-19 ringan atau sedang, dapat sepenuhnya pulih tanpa konsekuensi kesehatan jangka panjang, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang mengalami gejala penyakit yang parah menderita kerusakan organ.
Beberapa pasien, menurut komisi tersebut, bahkan dapat terjadi kondisi jantung seperti angina (nyeri dada) dan aritmia (detak jantung tidak teratur). Namun, pihak berwenang China belum menambahkan kerusakan ginjal sebagai efek potensial dari infeksi COVID-19 .
Penelitian Northwell Health baru-baru ini menemukan fakta bahwa hampir 37% dari kelompok studi 5.449 pasien virus Corona juga mengalami cedera ginjal akut. Beberapa dari pasien tersebut bahkan memerlukan dialisis untuk bertahan hidup.
Komisi tersebut juga telah menetapkan kondisi sebagai penyakit kronis dan telah memperluas cakupan asuransi untuk biaya medis yang melibatkan komplikasi yang mungkin timbul setelah pemulihan COVID-19.
"Karena jumlah pasien COVID-19 yang keluar dari rumah sakit meningkat, kebutuhan rehabilitasi menjadi menonjol," kata komisi itu dalam pedomannya, seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (16/5/2020).
(Baca: Remaja Inggris Meninggal karena Penyakit Mirip Kawasaki yang Terkait COVID-19)
Meskipun sebagian besar pasien, terutama mereka yang memiliki gejala COVID-19 ringan atau sedang, dapat sepenuhnya pulih tanpa konsekuensi kesehatan jangka panjang, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang mengalami gejala penyakit yang parah menderita kerusakan organ.
Beberapa pasien, menurut komisi tersebut, bahkan dapat terjadi kondisi jantung seperti angina (nyeri dada) dan aritmia (detak jantung tidak teratur). Namun, pihak berwenang China belum menambahkan kerusakan ginjal sebagai efek potensial dari infeksi COVID-19 .
Penelitian Northwell Health baru-baru ini menemukan fakta bahwa hampir 37% dari kelompok studi 5.449 pasien virus Corona juga mengalami cedera ginjal akut. Beberapa dari pasien tersebut bahkan memerlukan dialisis untuk bertahan hidup.
Lihat Juga :