Dampak COVID-19, Bule Belanda Banting Setir dari Usaha Wisata ke Jualan Mie Ayam
Rabu, 27 Januari 2021 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa tahun fokus pada usaha perjalanan wisata, tiba-tiba pada awa Maert 2020 muncul pandemi COVID-19, sehingga menyebabkan usaha perjalanan wisata mereka vakum. Setelah vakum beberapa bulan, pada Agustus 2021, mencoba membuka usaha kuliner bakso dan mie ayam. Alasan memilih membuka kuliner itu, karena sesuai dengan hobi keduanya. “Kebetulan kami memang suka kuliner,suami suka bakso, saya suka mia ayam,” kata Charlie sapaan Charlotte Peeters.
Mereka pun menjadikan garasi tempat tingggalnya yang berukuran 3 X 6 cm menjadi warung bakso mia ayam dengan nama Warung bakso Mie ayam Telolet. Warung bakso mia ayam mereka menjadi viral setelah diunggah pada media sosial (Medsos) Tiktok.
Pada awal penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sleman 11 Januari 2021. “Suami saya membuat video Tiktok Dalam video itu, saya diminta memegang mangkuk bakso sambil joget-joget, bercanda saja.” ungkapnya. Baca juga: Selain Wisata, Bali Dilirik untuk Musik Internasional hingga Miss World
Menurut Charlie, setelah viral, pembelinya bertambah banyak. Sebelum viral hanya mencapai puluhan porsi per hari dan setelah viral mampu menjual antara 150 hingga 200 porsi per hari. Termasuk jam bukanya. Biasanya buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Tapi setelah viral maskimal sampai pukul 17.00 WIB. “Beberapa hari ini kami tutup maksimal jam 5 sore, karena sudah habis,” jelasnya.
Bertambahnya jumlah pembeli membuat Charlie yang tadinya hanya bertiga dengan suami dan seorang koki, menambah karyawan menjadi tiga orang. Selain karyawan, mereka juga mendapat bantuan tenaga dari mertua Charlie atau ibu dari Arya dan keluarganya.
Mereka pun menjadikan garasi tempat tingggalnya yang berukuran 3 X 6 cm menjadi warung bakso mia ayam dengan nama Warung bakso Mie ayam Telolet. Warung bakso mia ayam mereka menjadi viral setelah diunggah pada media sosial (Medsos) Tiktok.
Pada awal penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sleman 11 Januari 2021. “Suami saya membuat video Tiktok Dalam video itu, saya diminta memegang mangkuk bakso sambil joget-joget, bercanda saja.” ungkapnya. Baca juga: Selain Wisata, Bali Dilirik untuk Musik Internasional hingga Miss World
Menurut Charlie, setelah viral, pembelinya bertambah banyak. Sebelum viral hanya mencapai puluhan porsi per hari dan setelah viral mampu menjual antara 150 hingga 200 porsi per hari. Termasuk jam bukanya. Biasanya buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Tapi setelah viral maskimal sampai pukul 17.00 WIB. “Beberapa hari ini kami tutup maksimal jam 5 sore, karena sudah habis,” jelasnya.
Bertambahnya jumlah pembeli membuat Charlie yang tadinya hanya bertiga dengan suami dan seorang koki, menambah karyawan menjadi tiga orang. Selain karyawan, mereka juga mendapat bantuan tenaga dari mertua Charlie atau ibu dari Arya dan keluarganya.
Lihat Juga :