Demi Laporkan Pencemaran, Warga Blora Jalan Kaki Rembang-Semarang Selama 5 Hari
Senin, 25 Januari 2021 - 21:54 WIB
loading...
Lilik Yuliantoro melaporkan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Blora kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (25/1/2021). Foto/iNews TV/Taufik Budi
A
A
A
SEMARANG - Seorang pegiat lingkungan asal Blora, Lilik Yuliantoro (30) nekat berjalan kaki Rembang-Semarang untuk memperjuangkan nasib warga yang terdampak pencemaran. Dia menempuh perjalanan selama 5 hari dan rela tidur di SPBU bensin demi mewujudkan niatnya itu.
Baca juga: Rumah Bakal Diekskusi PN Medan, Puluhan Warga Gelar Aksi Jalan Kaki
Berangkat dari Rembang pada Rabu 20 Januari, Lilik tiba di Kantor Pemprov Jateng pada Senin (25/1/2021). Dia tampak lelah dengan wajah gosong karena terbakar matahari. Membawa bendera merah putih dan mengalungkan tulisan 'Aksi Jalan Kaki Rembang-Jakarta, Tolak Puluhan Ribu Ton Limbah B3 Rembang-Jawa Tengah'.
Baca juga: Lahan Terkontaminasi, Pelaku Usaha Diminta Tanggap Darurat Limbah B3
"Ini aksi saya sebagai kepedulian pada warga Rembang yang terdampak limbah B3. Limbah itu didatangkan dari luar Rembang dan sangat berbahaya serta mengganggu masyarakat," kata Lilik sembari memijat kakinya.
Lilik mengatakan sudah mengunjungi lokasi pembuangan limbah itu, tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke Rembang. Di lokasi itu, bau busuk langsung tercium dan sejumlah tanaman milik petani mati akibat adanya limbah tersebut.
"Peristiwa itu sudah terjadi sejak April 2020, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Maka saya melakukan aksi ini untuk membantu masyarakat Rembang dan meminta agar segera diselesaikan," ucapnya.
Baca juga: Rumah Bakal Diekskusi PN Medan, Puluhan Warga Gelar Aksi Jalan Kaki
Berangkat dari Rembang pada Rabu 20 Januari, Lilik tiba di Kantor Pemprov Jateng pada Senin (25/1/2021). Dia tampak lelah dengan wajah gosong karena terbakar matahari. Membawa bendera merah putih dan mengalungkan tulisan 'Aksi Jalan Kaki Rembang-Jakarta, Tolak Puluhan Ribu Ton Limbah B3 Rembang-Jawa Tengah'.
Baca juga: Lahan Terkontaminasi, Pelaku Usaha Diminta Tanggap Darurat Limbah B3
"Ini aksi saya sebagai kepedulian pada warga Rembang yang terdampak limbah B3. Limbah itu didatangkan dari luar Rembang dan sangat berbahaya serta mengganggu masyarakat," kata Lilik sembari memijat kakinya.
Lilik mengatakan sudah mengunjungi lokasi pembuangan limbah itu, tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke Rembang. Di lokasi itu, bau busuk langsung tercium dan sejumlah tanaman milik petani mati akibat adanya limbah tersebut.
"Peristiwa itu sudah terjadi sejak April 2020, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Maka saya melakukan aksi ini untuk membantu masyarakat Rembang dan meminta agar segera diselesaikan," ucapnya.
Lihat Juga :