Sekolah-Masjid Tutup Akibat Corona, Guru Ngaji dan Ustaz di Bandung Butuh Bantuan
Jum'at, 15 Mei 2020 - 22:52 WIB
loading...
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Ribuan guru bidang agama Islam, seperti guru ngaji dan ustaz non-pegawai negeri sipil (PNS), terkena dampak langsung wabah Corona atau COVID-19.
Akibat wabah virus ini, aktivitas mereka terhenti. Tak ada kegiatan pengajian dan majelis taklim yang digelar. Apalagi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi diterapkan.
Otomatis, kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan mereka. Sebab tak sedikit dari guru ngaji dan ustaz itu menggantungkan kehidupan mereka dari mengajar mengaji. Hal ini berkaitan erat dengan protokol kesehatan selama wabah COVID-19, yakni sosical dan physical distancing.
Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung Agus Saparudin mengatakan, ustaz dan guru ngaji yang bukan PNS atau bukan Penyuluh Agama Honorer (PAH) yang mengajar di majelis taklim dan madrasah, butuh bantuan.
"Pasti terganggu, kan libur semua. Physical distancing itu kan muridnya gak boleh ke masjid, jadi online gitu ya kemudian yang biasa ceramah itu kan gak ada sekarang. Namun perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa parah mereka terimbas pandemi," kata Agus, Jumat (15/5/2020).
Akibat wabah virus ini, aktivitas mereka terhenti. Tak ada kegiatan pengajian dan majelis taklim yang digelar. Apalagi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi diterapkan.
Otomatis, kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan mereka. Sebab tak sedikit dari guru ngaji dan ustaz itu menggantungkan kehidupan mereka dari mengajar mengaji. Hal ini berkaitan erat dengan protokol kesehatan selama wabah COVID-19, yakni sosical dan physical distancing.
Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung Agus Saparudin mengatakan, ustaz dan guru ngaji yang bukan PNS atau bukan Penyuluh Agama Honorer (PAH) yang mengajar di majelis taklim dan madrasah, butuh bantuan.
"Pasti terganggu, kan libur semua. Physical distancing itu kan muridnya gak boleh ke masjid, jadi online gitu ya kemudian yang biasa ceramah itu kan gak ada sekarang. Namun perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa parah mereka terimbas pandemi," kata Agus, Jumat (15/5/2020).
Lihat Juga :