Update Gempa Sulut: Terjadi Kerusakan Infrastruktur di Dua Kecamatan
Jum'at, 22 Januari 2021 - 10:08 WIB
loading...
Rumah warga di Desa Bantik, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Uatara mengalami kerusakan. Foto/Okezone/Subhan Sabu
A
A
A
JAKARTA - Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di dua kecamatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pascagempa berkekuatan 7,0 skala richter terjadi pada Kamis (21/1/2021) pukul 20.23 WITA.
Hal tersebut diuraikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021) pagi.
Dia memaparkan, dampak gempa berupa kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga sedang. Kerusakan teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo, berupa dinding belakang rumah roboh. Dua kerusakan lain berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara. BPBD melaporkan kerusakan di desa ini pada kategori rusak ringan.
"Terkait dengan dampak korban, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud masih melakukan monitoring di lapangan," kata Raditya Jati.
Warga Kepulauan Talaud merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 20.23 Wita. BMKG melaporkan pemutakhiran parameter gempa pada magnitudo 7,0 serta berada 132 km timur laut Melonguane.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,1 SR di Sulut Putus Jaringan Telekomunikasi, BMKG Sulit Akses Informasi
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik. Saat gempa , warga sempat panik. Namun hingga kini, BPBD setempat belum menerima informasi terkait dampak gempa dengan kedalaman 119 km tersebut.
Hal tersebut diuraikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021) pagi.
Dia memaparkan, dampak gempa berupa kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga sedang. Kerusakan teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo, berupa dinding belakang rumah roboh. Dua kerusakan lain berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara. BPBD melaporkan kerusakan di desa ini pada kategori rusak ringan.
"Terkait dengan dampak korban, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud masih melakukan monitoring di lapangan," kata Raditya Jati.
Warga Kepulauan Talaud merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 20.23 Wita. BMKG melaporkan pemutakhiran parameter gempa pada magnitudo 7,0 serta berada 132 km timur laut Melonguane.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,1 SR di Sulut Putus Jaringan Telekomunikasi, BMKG Sulit Akses Informasi
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik. Saat gempa , warga sempat panik. Namun hingga kini, BPBD setempat belum menerima informasi terkait dampak gempa dengan kedalaman 119 km tersebut.
Lihat Juga :