Benda Misterius Sempat Terbang Sebelum Ledakan Dahsyat di Mojokerto

Kamis, 21 Januari 2021 - 15:24 WIB
loading...
Benda Misterius Sempat...
Lokasi ledakan dasyat di bekas galian C di Dusun Watu Umpak, Desa Kepuhpandak, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
MOJOKERTO - Sederet fakta diungkap warga pasca ledakan dasyat yang terjadi di tumpukan sampah bekas galian C di Dusun Watu Umpak, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (20/1/2021) malam. Kendati sejauh ini belum diketahui penyebab ledakan tersebut.

Baca juga: Mojokerto Gempar, Ledakan Dahsyat Mirip Bom Terjadi di Tumpukan Sampah

Sejumlah warga mengungkap, adanya kejanggalan sebelum ledakan terjadi. Warga yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian melihat benda menyala merah terbang di atas rumah penduduk. Menurut keterangan warga, benda misterius itu berbentuk bulat mirip bola basket.

Baca juga: Tim Gegana Brimob Ledakan Mortir Aktif yang Ditemukan di Gunung Damarwulan "Yang tahu awal itu cucu saya. Dia melihat ada benda bulat menyala oranye, seperti terbakar terbang di atas atap rumah ini. Terbangnya tidak begitu tinggi, sekitar 25 meteran, di atas pohon itulah," kata Mahfudi, 60, warga Dusun Mlaten, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/1/2020).
Benda Misterius Sempat Terbang Sebelum Ledakan Dahsyat di Mojokerto

Sampah spon dengan tekstur keras ditemukan di sekitar lokasi ledakan di bekas galian C di Dusun Watu Umpak, Kepuhpandak, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan

Tidak ada suara gaduh atau hawa panas saat benda aneh tersebut melintas di atas pemukiman penduduk. Hanya saja, pengrajin genting ini menyebut jika kaca rumahnya bergetar saat benda misterius itu melintas di atas rumahnya. Hingga membuat warga sedikit khawatir.

"Kaca ini bunyi, bergetar gitu. Tapi tidak ada hawa panas atau apa. Benda itu terbangnya tidak begitu cepat, kelihatan dengan jelas sekali. Baru sekitar satu menit kemudian terdengar suara ledakan keras di sebelah selatan. Saya mengira itu meteor yang jatuh mengenai pabrik," imbuhnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Nur Husain, tetangga Mahfudi. Bapak tiga anak ini juga mengetahui ada benda menyala oranye yang terbang di atas rumah penduduk sesaat sebelum ledakan terjadi. Namun ia tak mengetahui secara persis bentuk benda misterius itu.

"Saya tidak tahu persis, tapi benar ada. Bahkan kaca bagian teras rumah saya ini sampai bergetar hebat saat benda itu melintas di atas ini sebelum ada ledakan. Saya awalnya menduga itu pesawat jatuh. Karena suara ledakannya cukup keras, bahkan langit sampai menyala merah seperti benda yang sangat besar terbakar," terang Husain.

Pria berusia 62 tahun ini mengaku sempat datang ke lokasi pasca munculnya ledakan. Ia mengaku penasaran dan ingin memastikan benda apa yang meledak dan sempat terbang di atas rumahnya itu. Hanya saja ia memilih mengurungkan niatnya lantaran khawatir dengan keselamatan dirinya.

"Saya kira pesawat yang jatuh, tapi kok tidak ada suara gemuruh saat melintas itu. Menurut keterangan Mas Yusuf, tetangga saya yang kerja buat genting ini meteor. Baru saya tadi ke sana melihat lokasinya, tapi tidak ada apa-apa, hanya sebagian sampah masih terbakar," jelas Husain.

Sementara itu, Muslikh, 60, pemilik lahan bekas galian C yang tinggal sekitar 100 meter dari tempat ledakan, mengaku tidak mengetahui secara persis saat ledakan dasyat itu. Ketika itu ia berada di musala depan rumahnya untuk menunaikan salat isyak. Namun, ketika itu ia masih menunggu sang istri yang masih mengambil air wudu.

"Saya nunggu istri saya mau salah isyak di musala ini. Tiba-tiba ada suara ledakan keras sekali. Saya kaget dan spontan melihat keluar. Saya lihat di sana itu api merah menyala. Selain itu ada seperti pecahan kaca terbang. Kalau soal bola api saya tidak tahu, baru tahu setelah dikabari Pak Husein pagi tadi," tutur Muslikh.

Kakek empat cucu ini menuturkan, ia juga heran dengan adanya ledakan dasyat itu, Menurutnya di kubangan bekas galian C tersebut tidak ada sampah berbahaya. Hanya tumpukan spon bekas yang bertesktur keras, kayu bekas, serta potongan kain sisa produksi sepatu dari pabrik yang sengaja dibuang di lokasi itu.

"Kalau benda-benda berbahaya atau limbah yang mengeluarkan bau tidak ada. karena memang saya tidak mau. Hanya spon sama limbah kayu seperti itu. Biasanya memang saya bakar sedikit-sedikit kalau datang. Memang sengaja dibuang di situ karena saya pakai untuk uruk," terang Muslikh.

Muslikh yang juga pengasuh TPQ ini mengakui jika ia mendapatkan inkam dari pembuangan limbah pabrik di atas lahannya itu. Untuk satu truknya, ia mendapatkan uang sebesar Rp200 ribu. Uang tersebut sebagian digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup serta biaya operasional TPQ.

"Tapi tidak mungkin kalau limbah itu (penyebab ledakan), soalnya tidak ada apa-apa selain spon, kain, kayu dan sebagian kecil kaleng cat yang ikut terbawa saat pembuangan. Karena memang saya menolak jika ada limbah (B3) dibuang di situ. Sebenarnya banyak yang menawarkan, tapi saya menolak," tandas Muslikh.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab ledakan tersebut. Nampak di lokasi sejumlah anggota dari Polsek Kutorejo tengah mengambil sampel material bekas ledakan. Sementara api juga masih nampak menyala di atas tumpukan sampah itu.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
Ledakan Bom Diduga Sisa...
Ledakan Bom Diduga Sisa Perang Dunia II Guncang Biak Numfor, 5 Orang Tewas
Polisi Masih Dalami...
Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan di Pabrik Kimia Banten
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Pabrik Kembang Api China...
Pabrik Kembang Api China Meledak Tewaskan 21 Orang, Penampakannya Bak Medan Perang
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved