185 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Perumnas Antang
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:30 WIB
loading...
Banjir kembali melanda Perumnas Antang, Kecamatan Manggala hingga membuat warga mengungsi. Foto: SINDOnews/Ashri Prawira Negara
A
A
A
MAKASSAR - Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat, sudah ada sebanyak 185 orang yang mengungsi akibat banjir di Perumnas Antang , Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (19/1/2021).
Ada dua blok di Perumnas Antang yang mengalami banjir cukup parah, yakni 8 dan 9 dengan tinggi air mencapai 120 cm. Naiknya air dilaporkan terjadi sejak siang tadi.
Baca juga: Perumnas Antang Kembali Direndam Banjir, Warga Mengungsi
"Jadi ini data sementara, kami masih mencatat, mereka mengungsi di masjid Jabal Nur depan blok," kata Kasi Operasional Basarnas Makassar , Muhammad Risal saat dihubungi SINDOnews, Selasa (19/1/2021).
Dari 185 pengungsi , tercatat ada 19 balita dan 8 orang bayi. Basarnas masih terus melakukan pendataan pengungsi terdampak di sana.
Sementara itu Basarnas melaporkan bahwa prakiraan kenaikan air terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Masyarakat Terdampak Gempa Sulbar Mengungsi ke Gowa
Sebagian besar warga sejak semalam dilaporkan melakukan evakuasi mandiri. Beberapa juga dilaporkan masih bertahan di rumah-rumah mereka.
"Jadi sejak kemarin itu laporannya karena hujan, ini sebagian warga evakuasi mandiri," katanya.
Ada dua blok di Perumnas Antang yang mengalami banjir cukup parah, yakni 8 dan 9 dengan tinggi air mencapai 120 cm. Naiknya air dilaporkan terjadi sejak siang tadi.
Baca juga: Perumnas Antang Kembali Direndam Banjir, Warga Mengungsi
"Jadi ini data sementara, kami masih mencatat, mereka mengungsi di masjid Jabal Nur depan blok," kata Kasi Operasional Basarnas Makassar , Muhammad Risal saat dihubungi SINDOnews, Selasa (19/1/2021).
Dari 185 pengungsi , tercatat ada 19 balita dan 8 orang bayi. Basarnas masih terus melakukan pendataan pengungsi terdampak di sana.
Sementara itu Basarnas melaporkan bahwa prakiraan kenaikan air terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Masyarakat Terdampak Gempa Sulbar Mengungsi ke Gowa
Sebagian besar warga sejak semalam dilaporkan melakukan evakuasi mandiri. Beberapa juga dilaporkan masih bertahan di rumah-rumah mereka.
"Jadi sejak kemarin itu laporannya karena hujan, ini sebagian warga evakuasi mandiri," katanya.
(luq)
Lihat Juga :