Ganjar Ngamuk, Banjir Rob Bikin Macet Jalur Pantura Demak
Jum'at, 15 Mei 2020 - 16:23 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turun langsung mengatur arus lalu lintas saat terjadi kemacetan di jalur pantura Sayung, Demak akibat banjir rob. FOTO/iNews TV/Taufik Budi
A
A
A
DEMAK - Perjalanan pulang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai mengunjungi pabrik rokok di Kudus tak berjalan lancar. Saat tiba di Kecamatan Sayung, Demak, mobil yang dinaiki Ganjar terjebak macet cukup panjang.
Usut punya usut, air pasang atau rob menggenangi sebagian jalan pantura itu membuat kendaraan harus bergantian melintas. Karena macet cukup lama, Ganjar pun meminta mobil Patwal yang mengawalnya untuk contra flow atau melawan arus.
Bukan untuk mencari aman, Ganjar justru memutuskan lawan arah untuk mencari penyebab kemacetan. Saat tiba di ujung kemacetan, dia melihat mobil bergantian melintas dengan pelan karena air rob cukup tinggi. (Baca juga: Hasil Rapid Test Ratusan ASN Pemkot Salatiga, Dua Orang Reaktif Corona)
Selain itu, di ujung kemacetan tersebut terdapat perlintasan untuk putar arah dan gudang yang banyak kendaraan keluar masuk. Anehnya lagi, tak ada petugas baik dari Dinas Perhubungan atau Kepolisian yang mengatur jalan.
Tiba-tiba mobil yang dinaiki Ganjar berhenti. Dia kemudian turun dari mobil dan berdiri di bahu jalan sambil mengatur arus lalulintas. "Ayo terus, terus. Itu kendaraan yang mau keluar berhenti dulu, tunggu dulu kendaraan lainnya lewat. Ayo maju Pak, ayo terus," kata Ganjar seolah menjadi petugas pengatur jalan dadakan, Jumat (16/5/2020)
Dia pun langsung mengeluarkan telepon genggamnnya. Sambil mengenakan headset, dia berbicara dengan seseorang dan meminta segera turun tangan. "Saya di sini Pak, ini nggak ada petugas. Saya minta sekarang diterjunkan petugas. Saya minta lokasi ini dijaga 24 jam," ucapnya kepada lawan bicaranya di telepon genggam tersebut.
Usai menelepon, Ganjar kembali mengatur lalulintas. Melihat ada beberapa pekerja yang membetulkan saluran, dia pun langsung menghampiri dan menanyakan kapan akan selesai.
Usut punya usut, air pasang atau rob menggenangi sebagian jalan pantura itu membuat kendaraan harus bergantian melintas. Karena macet cukup lama, Ganjar pun meminta mobil Patwal yang mengawalnya untuk contra flow atau melawan arus.
Bukan untuk mencari aman, Ganjar justru memutuskan lawan arah untuk mencari penyebab kemacetan. Saat tiba di ujung kemacetan, dia melihat mobil bergantian melintas dengan pelan karena air rob cukup tinggi. (Baca juga: Hasil Rapid Test Ratusan ASN Pemkot Salatiga, Dua Orang Reaktif Corona)
Selain itu, di ujung kemacetan tersebut terdapat perlintasan untuk putar arah dan gudang yang banyak kendaraan keluar masuk. Anehnya lagi, tak ada petugas baik dari Dinas Perhubungan atau Kepolisian yang mengatur jalan.
Tiba-tiba mobil yang dinaiki Ganjar berhenti. Dia kemudian turun dari mobil dan berdiri di bahu jalan sambil mengatur arus lalulintas. "Ayo terus, terus. Itu kendaraan yang mau keluar berhenti dulu, tunggu dulu kendaraan lainnya lewat. Ayo maju Pak, ayo terus," kata Ganjar seolah menjadi petugas pengatur jalan dadakan, Jumat (16/5/2020)
Dia pun langsung mengeluarkan telepon genggamnnya. Sambil mengenakan headset, dia berbicara dengan seseorang dan meminta segera turun tangan. "Saya di sini Pak, ini nggak ada petugas. Saya minta sekarang diterjunkan petugas. Saya minta lokasi ini dijaga 24 jam," ucapnya kepada lawan bicaranya di telepon genggam tersebut.
Usai menelepon, Ganjar kembali mengatur lalulintas. Melihat ada beberapa pekerja yang membetulkan saluran, dia pun langsung menghampiri dan menanyakan kapan akan selesai.
Lihat Juga :