Jalur Terendam Banjir, KA Koridor Semarang-Solo Tak Bisa Melintas
Minggu, 17 Januari 2021 - 23:49 WIB
loading...
Jalur Terendam Banjir, KA Koridor Semarang-Solo Tak Bisa Melintas. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Jalur kereta api (KA) antara Stasiun Brumbung dan Tanggung Jawa Tengah terendam banjir hingga tak dapat dilalui.
Akibatnya, rute perjalanan KA koridor Semarang - Solo dialihkan melalui Stasiun Tegowanu hingga Stasiun Gambringan dan memutar ke arah selatan menuju Stasiun Gundih.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro, mengatakan, curah hujan tinggi menjadi penyebab luapan air di jalur KA di KM 22+700 sampai 23+100 atau antara Stasiun Brumbung dan Tanggung. Peristiwa itu diketahui Minggu (17/11/2021), pukul 17.50 WIB.
“Dilaporkan oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Tanggung bahwa di KM tersebut telah terjadi luapan arus air yang cukup deras hingga menenggelamkan jalur rel KA sepanjang 400 meter dan kedalaman setinggi 10 cm di atas kepala rel (kop rel),” kata Krisbiyantoro.
“Dengan kondisi jalur yang terendam air tersebut mengakibatkan perjalanan KA terganggu, bahkan dinyatakan untuk sementara tidak bisa dilalui KA,” jelasnya lagi.
Petugas PT KAI unit jalan rel dan jembatan Resort 4.20 Kedungjati segera memeriksa kondisi jalur yang terendam air. Cukup sulit, karena arus air sangat deras dengan debit air yang besar menerjang jalur KA di lokasi tersebut.
“Diketahui akibat dari derasnya arus air yang menerjang jalur rel, terjadi gogosan atau batu balas kricak hanyut terbawa arus air sedalam 75 cm,” terangnya.
Akibatnya, rute perjalanan KA koridor Semarang - Solo dialihkan melalui Stasiun Tegowanu hingga Stasiun Gambringan dan memutar ke arah selatan menuju Stasiun Gundih.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro, mengatakan, curah hujan tinggi menjadi penyebab luapan air di jalur KA di KM 22+700 sampai 23+100 atau antara Stasiun Brumbung dan Tanggung. Peristiwa itu diketahui Minggu (17/11/2021), pukul 17.50 WIB.
“Dilaporkan oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Tanggung bahwa di KM tersebut telah terjadi luapan arus air yang cukup deras hingga menenggelamkan jalur rel KA sepanjang 400 meter dan kedalaman setinggi 10 cm di atas kepala rel (kop rel),” kata Krisbiyantoro.
“Dengan kondisi jalur yang terendam air tersebut mengakibatkan perjalanan KA terganggu, bahkan dinyatakan untuk sementara tidak bisa dilalui KA,” jelasnya lagi.
Petugas PT KAI unit jalan rel dan jembatan Resort 4.20 Kedungjati segera memeriksa kondisi jalur yang terendam air. Cukup sulit, karena arus air sangat deras dengan debit air yang besar menerjang jalur KA di lokasi tersebut.
“Diketahui akibat dari derasnya arus air yang menerjang jalur rel, terjadi gogosan atau batu balas kricak hanyut terbawa arus air sedalam 75 cm,” terangnya.
Lihat Juga :