Lewat Diskusi Online, ITB Ahmad Dahlan Bedah Dampak Covid-19 di Kota Tangsel

Jum'at, 15 Mei 2020 - 10:08 WIB
loading...
Lewat Diskusi Online,...
ITB Ahmad Dahlan menggelar diskusi online melalui perangkat Google Meet, Kamis 14 Mei 2020. Foto: Ist
A A A
TANGERANG SELATAN - Virus Corona (Covid-19) yang telah terjadi di Indonesia selama 2,5 bulan belakangan telah berdampak massif dan sistemik terhadap seluruh perekonomian nasional dan daerah. Hal itu tidak terkecuali terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan, daerah yang langsung bersebelahan dengan pusat episentrum persebaran Covid-19, DKI Jakarta.

Lantas bagaimana Pemerintah Kota Tangerang Selatan memitigasi risikonya? Mengurai permasalahannya, ITB Ahmad Dahlan kemudian menggelar diskusi online melalui perangkat Google Meet, Kamis 14 Mei 2020. (Baca juga: Sehari, Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Tangsel Tambah 11 Orang)

Mengusung tema “Guncangan Pandemi Covid-19: Dampak dan Kebijakan Mitigasi Fiskal serta Perekonomian Kota Tangerang Selatan”, hadir sebagai narasumber Eki Herdiana (Kepala Bappeda Kota Tangerang Selatan), Muhammad Aziz (Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang Selatan) dan Uki Masduki (Peneliti Muda Pusat Studi Desentralisasi dan Otonomi Daerah ITB Ahmad Dahlan).

Dalam sesi diskusi, Herdiana menyatakan bahwa akibat Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melakukan rasionalisasi dan penyesuaian dalam postur APBD 2020. Rasionalisasi dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai rambu-rambu yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemkot fokus pada penanganan dampak Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat. (Baca juga:Tak Sadar OTG Positif, 3 ASN Pemkot Tangsel Diisolasi ke RSD Covid-19)

Sementara Muhammad Aziz menyatakan bahwa DPRD mendukung program penanganan wabah Covid-19 di Kota Tangerang Selatan. DPRD juga meminta pada pemerintah pusat dan Provinsi Banten untuk melakukan percepatan transfer dana bagi hasil kepada Kota Tangerang Selatan.

Sementara menurut Masduki, dalam konteks wabah Covid-19, Pemkot Tangsel perlu memberi priorotas utama pada penanangan kemiskinan atau orang-orang yang berpotensi masuk ke dalam kategori miskin. Selain itu, prioritas belanja pemerintah juga harus difokuskan pada katahanan pangan warga.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TPA Cipeucang Overload,...
TPA Cipeucang Overload, Pemkot Tangsel Jajaki Pembuangan Sampah ke Tangerang dan Lebak
UI Bekali Ahli Gizi...
UI Bekali Ahli Gizi Puskesmas di Tangsel Data Analitik Guna Meningkatkan Public Values
Diskominfo Tangsel Raih...
Diskominfo Tangsel Raih Penghargaan Implementator IPv6 Enhanced dari Komdigi
Rekomendasi
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved