Densus 88 Sebut Kelompok JAD Sudah Siapkan Agenda Bom Bunuh Diri
Kamis, 07 Januari 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
"Terduga pelaku (MR) terlibat dalam perencanaan bom gereja Jolo 2019 suami istri di Filipina. Ulfa saudara kandung dari tersangka (MR). Jadi kelompok ini memang sudah terlatih baik fisik dan teror," ucap Kapolda.
Merdisyam bilang, pengintaian oleh Densus 88 Mabes Polri dilakukan sejak 2015. MR dan SA memiliki pengaruh di kelompok JAD di Sulsel dengan taksiran pengikut ratusan orang. MR dan SA diyakini sudah terlatih serta memiliki kemampuan khusus.
Baca juga: Dua Tertembak Mati, Polisi Juga Amankan 18 Orang Terduga Teroris di Makassar
"Mulai oktober 2020 kelompok ini secara rutin melakukan latihan tembak dan naik gunung atau dalam istilah melakukan idad (latihan fisik). Kelompok ini jaringan dan berafiliasi pada kelompok teror ISIS . Mereka juga punya keterlibatan dalam pemboman di Filipina pada Januari 2019," ungkapnya.
Dalam operasi penangkapan jaringan teroris JAD ini, sejumlah orang yang diduga anggota kelompok ini juga diamankan. Mereka diamankan dari beberapa daerah, seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Enrekang. Saat ini mereka telah dibawa ke Mabes Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, bersama sejumlah barang bukti.
Merdisyam bilang, pengintaian oleh Densus 88 Mabes Polri dilakukan sejak 2015. MR dan SA memiliki pengaruh di kelompok JAD di Sulsel dengan taksiran pengikut ratusan orang. MR dan SA diyakini sudah terlatih serta memiliki kemampuan khusus.
Baca juga: Dua Tertembak Mati, Polisi Juga Amankan 18 Orang Terduga Teroris di Makassar
"Mulai oktober 2020 kelompok ini secara rutin melakukan latihan tembak dan naik gunung atau dalam istilah melakukan idad (latihan fisik). Kelompok ini jaringan dan berafiliasi pada kelompok teror ISIS . Mereka juga punya keterlibatan dalam pemboman di Filipina pada Januari 2019," ungkapnya.
Dalam operasi penangkapan jaringan teroris JAD ini, sejumlah orang yang diduga anggota kelompok ini juga diamankan. Mereka diamankan dari beberapa daerah, seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Enrekang. Saat ini mereka telah dibawa ke Mabes Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, bersama sejumlah barang bukti.
(luq)
Lihat Juga :