Terkait Vaksinasi Covid-19 di Sumut, Gubernur Edy Harapkan Tidak Ada Penolakan
Rabu, 06 Januari 2021 - 22:03 WIB
loading...
Gubernur Edy Rahmayadi mengikuti rapat penanganan Covid-19 dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (6/1/2020). Foto SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) siap melakukan vaksinasi Covid-19 dengan langkah awal kepada para tenaga kesehatan mulai 14 Januari 2021. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya berharap tidak ada penolakan vaksinasi Covid-19 di Sumut. Sebab, selain untuk keselamatan semua pihak, pelaksanaan vaksinasi juga sudah dipastikan aman.
“Secara regulasi tidak ada alasan masyarakat menolak, jika rakyat menolak berarti mengorbankan orang lain. Tidak usah pakai sanksi, semua harus menyadari vaksin ini untuk keselamatan semuanya. Makanya diawali gubernur, sehingga Covid-19 ini selesai,” kata Gubernur Edy Rahmayadi kepada wartawan usai mengikuti rapat penanganan Covid-19 dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (6/1/2020).
Edy menyampaikan sebanyak 40.000 dosis vaksin sudah masuk Sumut. Vaksin tersebut diprioritaskan untuk 72.461 tenaga kesehatan. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Gubernur siap divaksin pertama. Namun hingga saat ini, Gubernur masih menunggu izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (Baca juga: Tiba di KNIA, 40 Ribu Vaksin Covid-19 Akan Didistribusikan di Sumut)
“Khusus di tingkat nasional, presiden yang pertama, kalau di daerah pasti gubernur, di kabupaten berarti bupati dan walikota, selanjutnya dilakukan kepada seluruh tenaga kesehatan,” ungkap gubernur.
Kepada Presiden Jokowi, gubernur melaporkan kondisi penanganan Covid-19 di Sumut. Hingga 5 Januari 2021, kasus aktif mencapai 2.064, kasus sembuh 15.836 atau 85,2 %. Angka kesembuhan Sumut berada di atas rata-rata nasional yakni 83 %.
“Secara regulasi tidak ada alasan masyarakat menolak, jika rakyat menolak berarti mengorbankan orang lain. Tidak usah pakai sanksi, semua harus menyadari vaksin ini untuk keselamatan semuanya. Makanya diawali gubernur, sehingga Covid-19 ini selesai,” kata Gubernur Edy Rahmayadi kepada wartawan usai mengikuti rapat penanganan Covid-19 dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (6/1/2020).
Edy menyampaikan sebanyak 40.000 dosis vaksin sudah masuk Sumut. Vaksin tersebut diprioritaskan untuk 72.461 tenaga kesehatan. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Gubernur siap divaksin pertama. Namun hingga saat ini, Gubernur masih menunggu izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (Baca juga: Tiba di KNIA, 40 Ribu Vaksin Covid-19 Akan Didistribusikan di Sumut)
“Khusus di tingkat nasional, presiden yang pertama, kalau di daerah pasti gubernur, di kabupaten berarti bupati dan walikota, selanjutnya dilakukan kepada seluruh tenaga kesehatan,” ungkap gubernur.
Kepada Presiden Jokowi, gubernur melaporkan kondisi penanganan Covid-19 di Sumut. Hingga 5 Januari 2021, kasus aktif mencapai 2.064, kasus sembuh 15.836 atau 85,2 %. Angka kesembuhan Sumut berada di atas rata-rata nasional yakni 83 %.
Lihat Juga :