Pasien COVID-19 di Kota Bogor Bertambah, 140 Kasus Dalam Dua Hari
Senin, 04 Januari 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, lanjut Dedie, sangat tidak bijak jika ada pihak pemerintah yang akan tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurut dia, kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar jauh lebih penting. (Baca juga; Tak Mau Ambil Risiko, Pemkot Bogor Tangguhkan Pembelajaran Tatap Muka )
"Kita tidak ingin mengambil risiko ketika terlalu cepat mengambil keputusan untuk membuka pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Dedie. Dia mengatakan, sejak dua bulan terakhir sebaran COVID-19 di Kota Bogor cukup mengkhawatirkan, karena rata-rata penambahan kasusnya di atas 70 orang dalam sehari.
"Meski demikian hingga saat ini, status Kota Bogor masih zona oranye. Tapi kita tidak mau kembali ke zona merah. Sebab zona merah sekarang dengan zona merah dulu itu berbeda, kalau kita lihat rata-rata tambahan kasus positif Covid di Kota Bogor, per hari kan sekitar 70 kasus, dulu waktu tambahan 30 saja sudah masuk zona merah," paparnya.
"Kita tidak ingin mengambil risiko ketika terlalu cepat mengambil keputusan untuk membuka pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Dedie. Dia mengatakan, sejak dua bulan terakhir sebaran COVID-19 di Kota Bogor cukup mengkhawatirkan, karena rata-rata penambahan kasusnya di atas 70 orang dalam sehari.
"Meski demikian hingga saat ini, status Kota Bogor masih zona oranye. Tapi kita tidak mau kembali ke zona merah. Sebab zona merah sekarang dengan zona merah dulu itu berbeda, kalau kita lihat rata-rata tambahan kasus positif Covid di Kota Bogor, per hari kan sekitar 70 kasus, dulu waktu tambahan 30 saja sudah masuk zona merah," paparnya.
(wib)
Lihat Juga :