Banjir Terjang Lamongan, Jalan Kecamatan dan Puluhan Hektare Tambak Terendam
Minggu, 03 Januari 2021 - 13:47 WIB
loading...
Banjir merendam jalan dan puluhan hektare tambak di Kabupaten Lamongan. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
A
A
A
LAMONGAN - Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan meluapnya sungai di Kabupaten Lamongan , Jawa Timur. Luapan sungai menyebabkan jalan poros kecamatan dan puluhan hektare tambak terendam banjir .
(Baca juga: Banjir Masih Mengancam Demak, Tanggul Jebol Baru Dapat Diperbaiki Setelah Air Surut )
Banjir menggenangi puluhan hektare tambak di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan . Banjir terjadi sejak sepekan terakhir. Untuk menghindari kerugian akibat lepasnya ikan di dalam tambak, para petani memasang jaring mengelilingi tambak mereka.
Genangan banjir yang merendam tambak tidak hanya menyebabkan ikan lepas, namun juga menyebabkan udang fanemi mati. Angka kematian udang fanemi akibat air banjir cukup tinggi sehingga merugikan para petani tambak.
(Baca juga: Naik Jet Khusus, 3 Menteri Jokowi Mendarat Mulus di Bandara Ngloram Blora )
Menurut Abdul Muis, salah seorang petani tambak di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan , tambaknya yang berukuran setengah hektar terpaksa panen dini untuk menghindari kerugian lebih besar. "Kemarin udang fanemi sudah sempat saya panen meski ukurannya masih kecil. Saya khawatir air banjir yang keruh justru menyebabkan kematian udang," katanya.
Selain merendam tambak, banjir juga menyebabkan jalur poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Turi, dengan Kecamatan Kalitengah, terendam banjir sejauh 1 km dengan ketinggian mencapai 50 centimeter (cm).
(Baca juga: Banjir Masih Mengancam Demak, Tanggul Jebol Baru Dapat Diperbaiki Setelah Air Surut )
Banjir menggenangi puluhan hektare tambak di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan . Banjir terjadi sejak sepekan terakhir. Untuk menghindari kerugian akibat lepasnya ikan di dalam tambak, para petani memasang jaring mengelilingi tambak mereka.
Genangan banjir yang merendam tambak tidak hanya menyebabkan ikan lepas, namun juga menyebabkan udang fanemi mati. Angka kematian udang fanemi akibat air banjir cukup tinggi sehingga merugikan para petani tambak.
(Baca juga: Naik Jet Khusus, 3 Menteri Jokowi Mendarat Mulus di Bandara Ngloram Blora )
Menurut Abdul Muis, salah seorang petani tambak di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan , tambaknya yang berukuran setengah hektar terpaksa panen dini untuk menghindari kerugian lebih besar. "Kemarin udang fanemi sudah sempat saya panen meski ukurannya masih kecil. Saya khawatir air banjir yang keruh justru menyebabkan kematian udang," katanya.
Selain merendam tambak, banjir juga menyebabkan jalur poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Turi, dengan Kecamatan Kalitengah, terendam banjir sejauh 1 km dengan ketinggian mencapai 50 centimeter (cm).
Lihat Juga :