1.200 Pengunjung Kawasan Puncak Lakukan Rapid Test Antigen, 17 Orang Reaktif Ada WNA Asal Yaman

Sabtu, 02 Januari 2021 - 12:08 WIB
loading...
1.200 Pengunjung Kawasan...
Sebanyak 1.200 pengunjung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengikuti rapid test antigen selama libur Natal dan Tahun Baru.Foto/Ilustrasi/Dok.MNC Portal Indonesia
A A A
BOGOR - Sebanyak 1.200 pengunjung di kawasan Puncak, Bogor mengikuti rapid antigen selama libur Natal dan Tahun Baru . Dari jumlah tersebut, 17 orang hasilnya dinyatakan reaktif.

"Selama libur Natal dan Tahun Baru total sekitar 1.200 di Puncak yang di- rapid test antigen hasilnya 17 orang reaktif," ungkap Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, kepada wartawan, Sabtu (2/1/2021). Agus menambahkan, dua orang yang reaktif diantaranya warga negasa asing (WNA) asal Yaman yang akan berwisata di Puncak. Tetapi, temuan terbanyak merupakan warga asal Jakarta.

"Ada dari Cianjur, ada warga asing dari Yaman dua orang kebetulan tinggal di Jakarta berkunjung ke Puncak hasilnya reaktif. Juga ada warga Tanggerang tapi paling banyak warga Jakarta," jelas Agus. (Baca: Selama Libur Tahun Baru 2021, 1.380 Kendaraan Dipaksa Putar Balik dari Kawasan Puncak)

Setiap harinya, lanjut Agus, saat libur Natal dan Tahun Baru pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hanya menyiapkan sekitar 200 alat rapid test antigen bagi pengunjung kawasan Puncak yang disebar di Posko Gadog dan Posko Rindu Alam.

"Ya memang ini terbatas, jadi pemerintah daerah menyiapkan tidak banyak. Bagi yang tidak bisa dirapid di sini untuk mencari rumah sakit terdekat dirapid kemudian juga pihak hotel atau tempat wisata beberapa menyediakan rapid mandiri," ungkapnya.

Selain itu, ada ribuan kendaraan menuju kawasan Puncak yang tidak bisa menunjukan surat hasil rapid tes antigen diputar balik selama libur Tahun Baru. Terbanyak, yakni pada 31 Desember 2020.

"Memang banyak sekali kendaraan yang diputar balik. Dari data dengan kepolisian pada saat malam Tahun Baru itu ada kurang lebih 1.380 kendaraan yang kita putar balik di Pos Gadog," tambah Agus.

Kemudian, diwaktu yang sama ada sekitar 550 kendaraan diputar balik di kawasan Rindu Alam dari arah Cianjur atau Bandung yang menuju Puncak. Rata-rata kendaraan yang diputar balik karena tidak bisa menunjukan surat hasil rapid tes antigen."Memang rata-rata (kendaran yang diputar balik) tidak bawa surat hasil rapid tes antigen," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Keindahan Gunung Gede...
Keindahan Gunung Gede dan Gunung Pangrango Sambut Wisatawan di Puncak
Le Eminence Ciloto Tambah...
Le Eminence Ciloto Tambah Vila Privat, Liburan Premium Makin Menggoda
Rekomendasi
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
Berapa Biaya Rapid Test...
Berapa Biaya Rapid Test Antigen? Ini Daftar Harga di Jabodetabek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved