Di Tengah Wabah, Semangat Satgas TMMD 107 Jatim Tak Berubah
Kamis, 16 April 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Ide ini pun mendapat sambutan dari warga Desa Tlogosari. Bahkan mereka berinisiatif dengan ibu-ibu PKK untuk engumpulkan beberapa buku bacaan yang selama ini tersimpan di almari Balai Desa tlogosari.
Kegiatan lainnya adalah pemasangan talang air hujan untuk dimasukkan tandon. Pemasangan talang dan pipa dari bambu yang disalurkan ke tandon untuk menampung air hujan tersebut, dilakukan Serda Atang dan Bapak Hen, warga setempat. “Air hujan yang ditampung ke tandon tersebut, akan digunakan warga dan Pasukan BKO TMMD ke-107,” ujar Serda Atang.
Serda Atang mengatakan bahwa, pembuatan talang di rumah warga tempat BKO Pasukan ini, dalam rangka mensukseskan TMMD dan memberikan kebutuhan air BKO Pasukan. “Karena di sini sulit mendapatkan air, maka kita memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan masyarakat dan BKO Pasukan,” tuturnya.
Sosialisasi Cuci Tangan Cegah Corona
Saat ini pandemi Covid-19 masih melanda. Salah satu langkah preventif dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer. Anggota Kesehatan Satgas TMMD 107 Kodim 0823 Situbondo mengadakan sosialisasi mengenai hal itu.
Sosialisasi cuci tangan yang benar dilakukan Peltu H.Bayu Andhy A selaku Kaposkes 05.10.16/Situbondo, usai warga gotong royong bersama TNI di sasaran TMMD dan pembanguna di dua jalan baru di desa Tlogosari dan Desa Alas tengah.
Pelda Bayu Andhy A menyampaikan, pencegahan yang mudah dalam menangkal Covid-19 adalah dengan sering mencuci tangan menggunakan cairan anti septik/hand sanitizer atau menggunakan sabun.
![Di Tengah Wabah, Semangat Satgas TMMD 107 Jatim Tak Berubah]()
Anggota Satgas TMMD 107 memberikan masker kepada masyarakat.Foto/dok Pendam V
Dalam kesempatan tersebut juga diparktikkan cara mencuci tangan yang benar dengan air yang mengalir. Yaitu dengan mengusap kedua telapak tangan, bersihkan/usap punggung tangan kanan dan kiri secara bergantian.
Selanjutnya bersihkan sela-sela jari. Bersihkan/usap kedua jari-jari dengan cara mengunci, usap ibu jari kanan maupun kiri secara bergantian mulai dari arah atas sampai memutar ibu jari.
Bersihkan kuku tangan kanan dan kiri pada telapak tangan secara bergantian searah jarum jam. "Lalu bilas dengan air mengalir sampai sabun pada tangan hilang, dan terakhir lap tangan memaki tisu kering," katanya
Masyarakat Mojokerto dan Ngawi Terkesan
Selain di Situbondo, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 107 tahun 2020 juga diadakan di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Desa Mojolebak dan Desa Canggu, Kecamatan Jetis.
Kegiatan dibuka Senin (16/03/2020) lalu dengan serangkaian program, di antaranya renovasi Perpustakaan SDN Mojolebak Dusun Dadapan, peningkatan jalan lingkungan Dusun Mojolebak volume 580 meter x 3 meter, peningkatan jalan usaha tani (JUT) Dusun Sukodono Desa Canggu volume 600 meter x 2,5 meter, dan renovasi Musholla Miftakunnur.
Selain sasaran fisik, ada sejumlah sasaran non fisik yang menjadi target dalam TMMD kali ini. Yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Keluarga Berencana, Pelayanan Administrasi Kependudukan, Wawasan Kebangsaan, Kesiapsiagaan dalammenghadapi bencana, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
![Di Tengah Wabah, Semangat Satgas TMMD 107 Jatim Tak Berubah]()
Satgas TMMD 107 saat menjalankan program perbaikan infrastruktur jalan desa.Foto/dok Pendam V
Satgas TMMD Kodim 0815/Mojokerto terus memaksimalkan pengecoran jalan usaha tani di Dusun Sukodono Desa Canggu Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Kekompakan personel Satgas TMMD 107 Mojokerto bersama warga terlihat saat bergotongroyong mengecor jalan usaha tani yang harus segera diselesaikan sesuai target waktu yang sudah ditentukan komando atas.
Untuk mempercepat pengecoran, setiap hari personel Satgas TMMD secara bergantian melansir material cor dengan menggunakan mobil pickup dari ujung jalan dusun selanjutnya dibawa ke lokasi sasaran pengecoran, dan langsung diratakan bersama warga.
Satgas bersama masyarakat setempat juga membangun Musala Miftakunnur di Dusun Dadapan Desa Mojolebak.
Keberadaan TMMD di Mojokerto disambut baik warga. Salah satunya Suparlan (48), petani di Dusun Mojogeneng, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dia mengaku bangga dengan adanya program TMMD di desanya.
Ia menyebut, berbagai perkembangan pun mulai dirasakan oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. “Sudah banyak perkembangan, mulai dari saluran air sampai perbaikan jalan,” ucap Suparlan.
Kepala Penerangan Korem, Mayor Caj Supranoto menambahkan jika program TMMD, sejatinya merupakan program yang ditujukan bagi daerah maupun desa tertinggal. “Di lokasi TMMD, Satgas juga harus membaur dengan masyarakat. Mereka (Satgas), harus mengerti setiap keluhan yang dirasakan oleh warga di lokasi TMMD,” kata Kapenrem.
Sementara di Ngawi, Satgas TMMD melaksanakan kegiatan di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren. Seiring terjadinya pandemi Covid-19, Satgas mengadakan penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Rumah-rumah warga yang menjadi bascamp prajurit yang tergabung dalam Satgas ini tak luput dari sasaran penyemprotan.
Tangis Warga Lepas Satgas TMMP Pamekasan
Setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Demikian juga dengan perjumpaan masyarakat di Pamekasan, Madura, dengan Satgas TMMD 107. Setelah 30 hari menjalankan program bersama masyarakat, para prajurit harus berpamitan untuk kembali ke kesatuan.
Kegiatan lainnya adalah pemasangan talang air hujan untuk dimasukkan tandon. Pemasangan talang dan pipa dari bambu yang disalurkan ke tandon untuk menampung air hujan tersebut, dilakukan Serda Atang dan Bapak Hen, warga setempat. “Air hujan yang ditampung ke tandon tersebut, akan digunakan warga dan Pasukan BKO TMMD ke-107,” ujar Serda Atang.
Serda Atang mengatakan bahwa, pembuatan talang di rumah warga tempat BKO Pasukan ini, dalam rangka mensukseskan TMMD dan memberikan kebutuhan air BKO Pasukan. “Karena di sini sulit mendapatkan air, maka kita memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan masyarakat dan BKO Pasukan,” tuturnya.
Sosialisasi Cuci Tangan Cegah Corona
Saat ini pandemi Covid-19 masih melanda. Salah satu langkah preventif dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer. Anggota Kesehatan Satgas TMMD 107 Kodim 0823 Situbondo mengadakan sosialisasi mengenai hal itu.
Sosialisasi cuci tangan yang benar dilakukan Peltu H.Bayu Andhy A selaku Kaposkes 05.10.16/Situbondo, usai warga gotong royong bersama TNI di sasaran TMMD dan pembanguna di dua jalan baru di desa Tlogosari dan Desa Alas tengah.
Pelda Bayu Andhy A menyampaikan, pencegahan yang mudah dalam menangkal Covid-19 adalah dengan sering mencuci tangan menggunakan cairan anti septik/hand sanitizer atau menggunakan sabun.

Anggota Satgas TMMD 107 memberikan masker kepada masyarakat.Foto/dok Pendam V
Dalam kesempatan tersebut juga diparktikkan cara mencuci tangan yang benar dengan air yang mengalir. Yaitu dengan mengusap kedua telapak tangan, bersihkan/usap punggung tangan kanan dan kiri secara bergantian.
Selanjutnya bersihkan sela-sela jari. Bersihkan/usap kedua jari-jari dengan cara mengunci, usap ibu jari kanan maupun kiri secara bergantian mulai dari arah atas sampai memutar ibu jari.
Bersihkan kuku tangan kanan dan kiri pada telapak tangan secara bergantian searah jarum jam. "Lalu bilas dengan air mengalir sampai sabun pada tangan hilang, dan terakhir lap tangan memaki tisu kering," katanya
Masyarakat Mojokerto dan Ngawi Terkesan
Selain di Situbondo, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 107 tahun 2020 juga diadakan di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Desa Mojolebak dan Desa Canggu, Kecamatan Jetis.
Kegiatan dibuka Senin (16/03/2020) lalu dengan serangkaian program, di antaranya renovasi Perpustakaan SDN Mojolebak Dusun Dadapan, peningkatan jalan lingkungan Dusun Mojolebak volume 580 meter x 3 meter, peningkatan jalan usaha tani (JUT) Dusun Sukodono Desa Canggu volume 600 meter x 2,5 meter, dan renovasi Musholla Miftakunnur.
Selain sasaran fisik, ada sejumlah sasaran non fisik yang menjadi target dalam TMMD kali ini. Yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Keluarga Berencana, Pelayanan Administrasi Kependudukan, Wawasan Kebangsaan, Kesiapsiagaan dalammenghadapi bencana, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Satgas TMMD 107 saat menjalankan program perbaikan infrastruktur jalan desa.Foto/dok Pendam V
Satgas TMMD Kodim 0815/Mojokerto terus memaksimalkan pengecoran jalan usaha tani di Dusun Sukodono Desa Canggu Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Kekompakan personel Satgas TMMD 107 Mojokerto bersama warga terlihat saat bergotongroyong mengecor jalan usaha tani yang harus segera diselesaikan sesuai target waktu yang sudah ditentukan komando atas.
Untuk mempercepat pengecoran, setiap hari personel Satgas TMMD secara bergantian melansir material cor dengan menggunakan mobil pickup dari ujung jalan dusun selanjutnya dibawa ke lokasi sasaran pengecoran, dan langsung diratakan bersama warga.
Satgas bersama masyarakat setempat juga membangun Musala Miftakunnur di Dusun Dadapan Desa Mojolebak.
Keberadaan TMMD di Mojokerto disambut baik warga. Salah satunya Suparlan (48), petani di Dusun Mojogeneng, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dia mengaku bangga dengan adanya program TMMD di desanya.
Ia menyebut, berbagai perkembangan pun mulai dirasakan oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. “Sudah banyak perkembangan, mulai dari saluran air sampai perbaikan jalan,” ucap Suparlan.
Kepala Penerangan Korem, Mayor Caj Supranoto menambahkan jika program TMMD, sejatinya merupakan program yang ditujukan bagi daerah maupun desa tertinggal. “Di lokasi TMMD, Satgas juga harus membaur dengan masyarakat. Mereka (Satgas), harus mengerti setiap keluhan yang dirasakan oleh warga di lokasi TMMD,” kata Kapenrem.
Sementara di Ngawi, Satgas TMMD melaksanakan kegiatan di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren. Seiring terjadinya pandemi Covid-19, Satgas mengadakan penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Rumah-rumah warga yang menjadi bascamp prajurit yang tergabung dalam Satgas ini tak luput dari sasaran penyemprotan.
Tangis Warga Lepas Satgas TMMP Pamekasan
Setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Demikian juga dengan perjumpaan masyarakat di Pamekasan, Madura, dengan Satgas TMMD 107. Setelah 30 hari menjalankan program bersama masyarakat, para prajurit harus berpamitan untuk kembali ke kesatuan.
Lihat Juga :