Anak-anak Pengungsi Banjir Antang Dapat Pemulihan Trauma
Selasa, 22 Desember 2020 - 23:10 WIB
loading...
Anak-anak korban banjir di Antang mengikuti program pemulihan trauma dari relawan, Selasa (22/12/2020). Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Puluhan anak korban banjir yang mengungsi di Masjid Jabal Nur, Jalan Biola Blok 10, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar menjalani pemulihan trauma . Kegiatan ini dilaksanakan beberapa relawan dari Kolaborasi Kemanusiaan, Selasa (22/12/2020).
Koordinator Kolaborasi Kemanusiaan, Irsan mengatakan, para relawan rerata pemuda dengan latar belakang pendidikan kesehatan, psikologi , sosiologi dan pendidikan umum ini, memang kerap turun ketika ada bencana. Muatan edukasi lebih dibanyak diberikan kepada anak korban bencana alam .
Baca juga: Kapolrestabes Makassar Minta Jajarannya Tanggap Banjir
"Dahulu di banjir Masamba . Kita tidak bilang trauma healing tapi memberikan pemulihan psikologislah akan bencana alam yang dihadapi. Kami ajak bermain, pelajaran tentang menjaga kesehatan dan diri," ucap pemuda 23 tahun ini ditemui di lokasi.
Dia menyampaikan, di Makassar sebanyak kurang lebih 100 relawan telah disebar ke dua kecamatan, yakni Biringkanaya dan Manggala. Wilayah yang dianggap parah banjirnya. Mereka bekerja sistem sif, waktunya tentatif kadang sejak siang sampai patang, biasa hingga malam hari.
Baca juga: Perbatasan Kota Makassar Dijaga Ketat Jelang Natal dan Tahun Baru
"Alhamdulilah sudah tiga hari terakhir kami di sini, semuanya bagus respons anak-anak antusias. Paling tidak kami bisa membantu sedikit, untuk relawannya ada mahasiswa, karyawan swasta , sampai guru juga ada. Tiap hari kami stand by 12 orang," papar Jupe sapaan akrabnya.
Koordinator Kolaborasi Kemanusiaan, Irsan mengatakan, para relawan rerata pemuda dengan latar belakang pendidikan kesehatan, psikologi , sosiologi dan pendidikan umum ini, memang kerap turun ketika ada bencana. Muatan edukasi lebih dibanyak diberikan kepada anak korban bencana alam .
Baca juga: Kapolrestabes Makassar Minta Jajarannya Tanggap Banjir
"Dahulu di banjir Masamba . Kita tidak bilang trauma healing tapi memberikan pemulihan psikologislah akan bencana alam yang dihadapi. Kami ajak bermain, pelajaran tentang menjaga kesehatan dan diri," ucap pemuda 23 tahun ini ditemui di lokasi.
Dia menyampaikan, di Makassar sebanyak kurang lebih 100 relawan telah disebar ke dua kecamatan, yakni Biringkanaya dan Manggala. Wilayah yang dianggap parah banjirnya. Mereka bekerja sistem sif, waktunya tentatif kadang sejak siang sampai patang, biasa hingga malam hari.
Baca juga: Perbatasan Kota Makassar Dijaga Ketat Jelang Natal dan Tahun Baru
"Alhamdulilah sudah tiga hari terakhir kami di sini, semuanya bagus respons anak-anak antusias. Paling tidak kami bisa membantu sedikit, untuk relawannya ada mahasiswa, karyawan swasta , sampai guru juga ada. Tiap hari kami stand by 12 orang," papar Jupe sapaan akrabnya.
Lihat Juga :