Tahanan Tewas Penuh Lebam dan Luka Bakar, Polisi dan RSU Beda Keterangan
Selasa, 22 Desember 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
"Dia itu sehat, sebelum tertangkap dia sehat-sehat aja. Kerjanya kan di teknisi otomotif. Terus dikabarin hari Jumat, dia meninggal karena sakit. Tapi nggak ada penjelasan medis sakitnya apa," ungkap RI.
Kejanggalan keluarga korban kembali menguat, saat petugas menolak keinginan pihak keluarga yang akan menjemput jenazah untuk memandikan dan mengkafaninya. RI mengatakan, ketika itu petugas menyebut bahwa mereka telah mengurus jenazah hingga siap dimakamkan.
(Baca juga : Postingan Instastory Bawa Pengusaha Cantik Ini ke Mahkamah Agung )
Kabar tewasnya Sigit akibat adanya penganiayaan langsung dibantah polisi. Dijelaskan bahwa Sigit meninggal akibat sakit yang diderita. Di mana awalnya tanggal 9 Desember 2020 pukul 02.30 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak napas. Kemudian petugas membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan medis.
"Sat Tahti (Tahanan dan barang bukti) dan Sat narkoba membawa tersangka ke RS swasta. Kita berikan perawatan, tersangka diberikan tindakan medis berupa oksigen tambahan. Selang dua jam pulang (ke tahanan), dan diberikan obat terkait keluhan sakitnya," kata Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono.
Stephanus menambahkan, keluhan serupa kembali dialami keesokan harinya, yakni ada 10 Desember 2020 pukul 16.00 WIB. Sigit merasakan sesak di bagian dada hingga akhirnya petugas kembali membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi Sigit sempat membaik dan kembali dibawa ke sel tahanan.
Namun pada 11 Desember 2020 pukul 03.00 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak napas kembali. Petugas pun lantas membawanya ke rumah sakit (RSU) untuk ditangani. Namun dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
"Tersangka meninggal dunia, disampaikan meninggal sepertinya dalam perjalanan menuju rumah sakit," jelas Stephanus. (Baca juga; IPW Nilai Kematian Tahanan Narkoba di Sel Polres Tangsel Sangat Aneh )
Kejanggalan keluarga korban kembali menguat, saat petugas menolak keinginan pihak keluarga yang akan menjemput jenazah untuk memandikan dan mengkafaninya. RI mengatakan, ketika itu petugas menyebut bahwa mereka telah mengurus jenazah hingga siap dimakamkan.
(Baca juga : Postingan Instastory Bawa Pengusaha Cantik Ini ke Mahkamah Agung )
Kabar tewasnya Sigit akibat adanya penganiayaan langsung dibantah polisi. Dijelaskan bahwa Sigit meninggal akibat sakit yang diderita. Di mana awalnya tanggal 9 Desember 2020 pukul 02.30 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak napas. Kemudian petugas membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan medis.
"Sat Tahti (Tahanan dan barang bukti) dan Sat narkoba membawa tersangka ke RS swasta. Kita berikan perawatan, tersangka diberikan tindakan medis berupa oksigen tambahan. Selang dua jam pulang (ke tahanan), dan diberikan obat terkait keluhan sakitnya," kata Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono.
Stephanus menambahkan, keluhan serupa kembali dialami keesokan harinya, yakni ada 10 Desember 2020 pukul 16.00 WIB. Sigit merasakan sesak di bagian dada hingga akhirnya petugas kembali membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi Sigit sempat membaik dan kembali dibawa ke sel tahanan.
Namun pada 11 Desember 2020 pukul 03.00 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak napas kembali. Petugas pun lantas membawanya ke rumah sakit (RSU) untuk ditangani. Namun dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
"Tersangka meninggal dunia, disampaikan meninggal sepertinya dalam perjalanan menuju rumah sakit," jelas Stephanus. (Baca juga; IPW Nilai Kematian Tahanan Narkoba di Sel Polres Tangsel Sangat Aneh )
Lihat Juga :