Lagi, Sehari 7 PDP COVID-19 di Kabupaten Bogor Meninggal

Kamis, 14 Mei 2020 - 01:32 WIB
loading...
Lagi, Sehari 7 PDP COVID-19...
Angka kematian terkait kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bogor jumlahnya bertambah lagi. Foto/Ist
A A A
BOGOR - Angka kematian terkait kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bogor jumlahnya bertambah lagi. Data terbaru dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga pukul 20.00 WIB, Rabu (13/5) dalam satu hari kasus dengan kategori status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 7 orang.

Sehingga jumlah kasus PDP yang meninggal dunia hingga hari ini sebanyak 64 kasus. Dengan demikian, total kasus berstatus PDP Covid-19 di Kabupaten Bogor mencapai 1.301 orang, dengan rincian selesai 774 orang dan pasien yang masih dalam pengawasan 463 orang.

"Berikut data 7 PDP yang terkonfirmasi meninggal dunia yang didominasi oleh perempuan yaitu laki-laki, 43 tahun asal Kecamatan Cigombong; perempuan, 20 tahun, Sukajaya; perempuan, 61 tahun, Leuwiliang; perempuan, 25 tahun, Rumpin; laki-laki, 59 tahun, Rancabungur; perempuan, 90 tahun, Kemang dan laki-laki, 75 tahun, Kemang," papar Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan pers tertulis, Rabu (13/5/2020) malam.

Tak hanya itu, penambahan juga terjadi pada kasus baru pasien dengan status terkonfirmasi positif yang semuanya berjenis kelamin laki-laki yaitu warga Gunung Sindur berusia 45 tahun dan warga Cileungsi berusia 30 tahun. (Baca juga: Bertambah Lagi, Kasus Positif Corona di Kota Bogor Jadi 101 Orang )

"Dengan demikian total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor per hari ini tercatat 160 orang terdiri dari 127 orang positif aktif atau masih dalam perawatan RS, meninggal dunia 11 orang dan sembuh 22 orang," katanya.

Sedangkan untuk kasus dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Covid-19 total berjumlah 1434 kasus dengan rincian selesai 1.141 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 293 orang. (Baca juga: Kasus Positif Corona Bertambah Jadi 5.437, Dinkes DKI: 1.277 Orang Sembuh )

"Dari jumlah tersebut ternyata masih ditemuka kasus baru pasien terkonfirmasi positif. Maka kami tetap menghimbau masyarakat agar tak mudik ke zona merah, meskipun masih dalam satu Kabupaten. Rayakanlah Idul Fitri secara terbatas dengan mengikuti protokol kesehatan demi memutus penyebaran virus," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved