Gubernur Wahidin Terima Anugerah Provinsi Terinovatif dari Mendagri
Sabtu, 19 Desember 2020 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Mendagri juga berpesan agar pemda selalu terampil dalam mengharmonisasikan bauran antara garis kebijakan Pemerintah Pusat, dengan inisiatif daerah. Dengan demikian, efek dari inisiatif daerah, akan selalu selaras dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat. “Dalam inovasinya, sudah tentu pemda pun harus memerhatikan harmonisasi tersebut,” ungkapnya.
Dikatakan, proses penilaian IGA 2020 dilakukan secara obyektif, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan melibatkan banyak Tim Penilai dari berbagai Instansi, Akademisi, dan Tokoh/ Pakar Inovasi Daerah. (Baca: Suara Gemuruh Guguran Mulai Terdengar Jauh dari Lereng Merapi).
Penilaian ini, lanjut Mendagri, melibatkan tim penilai sebanyak 15 orang yang berasal dari unsur Kemendagri; Kemen PAN-RB; Kemenristek/BRIN; Kementerian Keuangan; Kementerian PPN/Bappenas; Lembaga Administrasi Negara; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Kamar Dagang dan Industri; Universitas Indonesia; United Cities and Local Government-Asia Pacific (UCLG-ASPAC); Media massa.
Sementara itu Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fathoni menyatakan, IGA merupakan apresiasi terhadap semanngat dan keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan cara-cara yang inovatif.
Sebagai informasi, dari 34 pemerintah provinsi, Pemprov Banten berhasil lolos ke pemerintah provinsi nominator Innovative Government Award (IGA) 2020. Salah satu terobosan yang dianggap inovatif adalah SIPEKA atau Sistem layananan perizinan online yang ada pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayananan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten. Sebelumnya, Kemendagri memilih pemda nominator awarding ini melalui indeks inovasi daerah.
Dikatakan, proses penilaian IGA 2020 dilakukan secara obyektif, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan melibatkan banyak Tim Penilai dari berbagai Instansi, Akademisi, dan Tokoh/ Pakar Inovasi Daerah. (Baca: Suara Gemuruh Guguran Mulai Terdengar Jauh dari Lereng Merapi).
Penilaian ini, lanjut Mendagri, melibatkan tim penilai sebanyak 15 orang yang berasal dari unsur Kemendagri; Kemen PAN-RB; Kemenristek/BRIN; Kementerian Keuangan; Kementerian PPN/Bappenas; Lembaga Administrasi Negara; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Kamar Dagang dan Industri; Universitas Indonesia; United Cities and Local Government-Asia Pacific (UCLG-ASPAC); Media massa.
Sementara itu Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fathoni menyatakan, IGA merupakan apresiasi terhadap semanngat dan keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan cara-cara yang inovatif.
Sebagai informasi, dari 34 pemerintah provinsi, Pemprov Banten berhasil lolos ke pemerintah provinsi nominator Innovative Government Award (IGA) 2020. Salah satu terobosan yang dianggap inovatif adalah SIPEKA atau Sistem layananan perizinan online yang ada pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayananan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten. Sebelumnya, Kemendagri memilih pemda nominator awarding ini melalui indeks inovasi daerah.
(nag)
Lihat Juga :