WHO Akan Kirim Tim Investigasi ke Wuhan Lacak Asal-usul Covid-19

Sabtu, 19 Desember 2020 - 14:22 WIB
loading...
WHO Akan Kirim Tim Investigasi...
WHO akan mengirim tim ahli ke China untuk investigasi asal usul Covid-19. Foto: Ilustrasi
A A A
JENEWA - Untuk menyelidiki asal usul SARS-CoV-2, virus yang menyebabkannya pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengirim tim investigasi ke Wuhan, China pada awal tahun depan.

Hal itu diungkapkan anggota dan diplomat dari beberapa negara. Tim yang terdiri dari 12-15 ahli internasional tengah bersiap untuk pergi ke Wuhan guna memeriksa bukti, termasuk sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh para peneliti China , serta membangun studi awal mereka.

Seorang anggota asal Denmark, Thea Fischer, mengatakan tim akan pergi tepat setelah Tahun Baru untuk misi selama enam minggu, termasuk dua minggu karantina pada saat kedatangan.

Baca Juga: WHO: Beijing Sambut Rencana Pengiriman Tim Investigasi Covid-19 ke China

“Fase 1 seharusnya sudah selesai sekarang, sesuai dengan kerangka acuan, dan kami akan mendapatkan beberapa hasil. Jika itu yang kita dapatkan saat kita datang ke China itu akan luar biasa. Maka kami sudah berada di fase 2,” terangnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, (17/12/2020).

Sedangkan seorang ahli di Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) yang akan ambil bagian, Keith Hamilton, mengatakan: "Saya mengantisipasi misi akan berlangsung segera."

Hamilton mengatakan virus serupa tetapi tidak identik diidentifikasi pada kelelawar tapal kuda. Hal itu menunjukkan bahwa virus tersebut ditularkan terlebih dahulu ke hewan, atau inang perantara, sebelum menginfeksi manusia.

“Saat kami melakukan pengawasan hewan, itu sulit, seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” jelasnya.

Peter Ben Embarek, pakar utama penyakit hewan WHO , bulan lalu mengatakan misi tersebut ingin mewawancarai pekerja pasar tentang bagaimana mereka terinfeksi virus tersebut.

"Tidak ada yang menunjukkan bahwa itu adalah buatan manusia," tambahnya.

Baca Juga: Disebut Lebih Menular, WHO Teliti Strain Baru Covid-19 di Inggris

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan bahwa tim internasional sedang mengerjakan pengaturan logistik untuk melakukan perjalanan ke China secepat mungkin.

"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari,” katanya dalam email balasan email menjawab pertanyaan Reuters.

Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.

Seorang diplomat senior Barat mengeluhkan kurangnya transparansi sementara para ahli tidak berada di lapangan untuk berbicara dengan dokter dan peneliti atau memeriksa sampel laboratorium.

Tetapi diplomat Barat lainnya mengatakan bahwa misi tersebut berada pada "pijakan yang baik" dan bahwa WHO harus menerima persyaratan China untuk mengamankan akses.

Amerika Serikat, yang menuduh China menyembunyikan luasnya wabah, telah menyerukan penyelidikan yang dipimpin WHO yang transparan dan mengkritik persyaratannya yang memungkinkan para ilmuwan China untuk melakukan tahap pertama dari penelitian pendahuluan.

Baca Juga: WHO: Kematian Global Akibat Covid-19 Naik 60% dalam 6 Minggu

Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa tim tersebut diperkirakan akan bertolak ke China pada awal Januari, jelang pembukaan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari.

"Ada tekanan kuat di China dan WHO," ia menambahkan.

China melaporkan kasus pertama pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan, China tengah, ke WHO pada 31 Desember dan menutup pasar tempat virus Corona diyakini telah muncul.

Belakangan, media pemerintah China menyebut bahwa virus itu berasal dari luar negeri sebelum ditemukan di Wuhan. Laporan itu mengutip keberadaan virus itu pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim virus itu telah beredar di Eropa tahun lalu.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Rekomendasi
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Berita Terkini
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved