Tes Usap Massal untuk Cegah Klaster Covid-19 di Bekasi Dilanjutkan Awal Tahun

Jum'at, 18 Desember 2020 - 22:05 WIB
loading...
Tes Usap Massal untuk...
Tes usap massal terhadap kaum pekerja industri di Kabupaten Bekasi ditunda sementara. Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
BEKASI - Tes usap massal terhadap kaum pekerja industri di Kabupaten Bekasi ditunda sementara. Tes yang digelar untuk memetakan klaster covid-19 di kawasan industri ini rencananya kembali digelar awal tahun depan.

Tidak sekadar tes usap massal, skema pemetaan klaster pun diubah dengan memfokuskan pada transmisi lokal di setiap perusahaan.”Jadi targetnya tidak lagi 12.000 tes tapi menjadi tidak terbatas dengan menyasar pada transmisi-transmisi lokal di setiap perusahaan. Tapi memang baru akan dilanjutkan lagi awal Januari nanti setelah kita melakukan evaluasi,” ungkap Komandan Distrik Militer Letnan Kolonel Kavaleri, Tofan Tri Anggoro, Jumat (18/12).

Tofan yang juga koordinator pelaksanaan tes swab massal di Kabupaten Bekasi ini menuturkan, tes merupakan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang kemudian dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat. Semula, program ini menargetkan tes kepada 12.000 pekerja di sektor industri.

Tes tersebut ditargetkan selesai pada dalam waktu 12 hari dengan rincian 1.000 tes per hari. Hanya saja, hingga kini tes usap baru dilaksanakan terhadap 2.200 pekerja. Penundaan tes massal dilakukan lantaran petugas tengah fokus pada sejumlah agenda di akhir tahun, mulai dari libur panjang hingga pemilihan kepala desa serentak. (Baca: Rapid Test Massa Aksi 1812, Polisi Temukan 22 Orang Reaktif Covid-19)

Tofan menjelaskan, tes usap massal jarang dilakukan lantaran terbatasnya sarana yang ada. Saat ini, lanjut dia, jumlah pekerja industri di Kabupaten Bekasi tercatat 1,7 juta orang. Jika sehari tes dilakukan terhadap 1.000 orang, maka memakan waktu lebih lama. Untuk itu, skema tes usap massal nantinya difokuskan pada perusahaan yang menimbulkan transmisi penyebaran covid-19.

Jika setelah tes usap massal, kemudian ditemukan penyebaran di suatu perusahaan, maka tes akan difokuskan di perusahaan tersebut.”Nanti kami tetapkan skema purposive sampling, jadi tes per perusahaan, per line, per sif, sehingga akan ketahuan jika ada transmisi lokal fokus di salah satu perusahaan. Tapi bukan hanya di industri melainkan di kelompok masyarakat juga,” jelasnya.

Tofan menambahkan, pihaknya kini tengah memastikan perluasan sarana isolasi terpusat. Setidaknya dibutuhkan empat hotel baru untuk menambah kapasitas ruang isolasi pasien.”Nantinya dua hotel untuk nakes dan dua hotel untuk pasien. Ini sudah kami ajukan kepada BNPB,” tegasnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
KPK Panggil Kadis hingga...
KPK Panggil Kadis hingga Kabid Pemkab Bekasi terkait Kasus Bupati Ade Kuswara
KPK Duga Ketua DPD PDIP...
KPK Duga Ketua DPD PDIP Jabar Terima Aliran Uang Penyuap Bupati Kabupaten Bekasi
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.22: Momen Romantis Elio yang Berniat Melamar Arumi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Microdrama Back to You...
Microdrama 'Back to You' Tayang di V+Short, Simak Sinopsis dan Pemerannya
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved