Soal Ujian Berbau Politis, DPR Minta Mendikbud Tindak Tegas Disdik DKI
Selasa, 15 Desember 2020 - 11:38 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Putra Nababan mengkritisi munculnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai salah satu soal dalam Ujian Nasional (UN). Apalagi dalam soal tersebut terlihat sekali menyanjung Anies dan yang membuat terkejut lagi menghina Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri di dalam soal ujian itu.
Menurut dia, hal ini jelas menandakan bahwa jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta kecolongan, ceroboh, bahkan melakukan pembiaran sehingga viral di media sosial (medsos).
"Institusi pendidikan adalah lembaga budi pekerti yang mengajarkan etika luhur kepada anak didik, seharusnya Disdik DKI dapat menjaga marwah tersebut dengan ketat," ujar Putra, Senin (14/12/2020). (Baca juga:Kemendikbud Tegaskan Asesmen Nasional Beda dengan Ujian Nasional)
Dia berterima kasih atas pengawasan masyarakat yang berujung viralnya kelakuan berbau politis jajaran pendidikan di salah satu SMP di Jakarta Selatan ini. Karena, semua anak didik tidak sepatutnya mendapatkan konten soal ujian yang tendensius dan kental bernuansa politis.
"Ini jelas menjadi ancaman bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter anak bangsa di Jakarta," ucapnya.
Menurut dia, hal ini jelas menandakan bahwa jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta kecolongan, ceroboh, bahkan melakukan pembiaran sehingga viral di media sosial (medsos).
"Institusi pendidikan adalah lembaga budi pekerti yang mengajarkan etika luhur kepada anak didik, seharusnya Disdik DKI dapat menjaga marwah tersebut dengan ketat," ujar Putra, Senin (14/12/2020). (Baca juga:Kemendikbud Tegaskan Asesmen Nasional Beda dengan Ujian Nasional)
Dia berterima kasih atas pengawasan masyarakat yang berujung viralnya kelakuan berbau politis jajaran pendidikan di salah satu SMP di Jakarta Selatan ini. Karena, semua anak didik tidak sepatutnya mendapatkan konten soal ujian yang tendensius dan kental bernuansa politis.
"Ini jelas menjadi ancaman bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter anak bangsa di Jakarta," ucapnya.
Lihat Juga :