Petugas PSBB Bubarkan 12.781 Kali Kerumunan Massa, Kabupaten Karawang Paling Banyak
Rabu, 13 Mei 2020 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Erlangga mengungkapkan, para pelanggar ini rata-rata melakukan pelanggaran tak menggunakan masker, tidak menggunakan helm saat berkendara sepeda motor, tak menggunakan sarung tangan, dan penumpang mobil tidak jaga jarak hingga kendaraan melebihi kapasitas. "Paling banyak pelanggaran itu tidak menggunakan sarung tangan. Jumlahnya mencapai 67.486 pelanggar," ungkap Kabid Humas.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menilai, selama PSBB diterapkan, jumlah kasus positif COVID-19 menurun. (Baca juga; Bima Arya Waspadai Ledakan Kasus COVID-19 Jelang Idulfitri )
"Saya laporkan sampai tanggal 12 Mei, jumlah pasien di rumah sakit rata-rata sekitar di angka 350-an. Jumlah itu turun dibandingkan rentang di akhir April di sekitar 430 pasien. Jadi di Jabar selama PSBB, jumlah pasien yang dirawat justru turun jumlahnya, bukannya naik, puncaknya terjadi di akhir April," ujar Kang Emil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/5/2020).
Kang Emil mengungkapkan, tren kematian akibat Corona juga turun dari semula rata-rata tujuh pasien per hari, sekarang melandai ke angka empat pasien. Sementara, angka kesembuhan naik hampir dua kali lipat dibandingkan angka kematian.
"Evaluasi berikutnya, tingkat penyebaran virus yang sebelum PSBB itu di kecepatan indeks 3 untuk reproduksi Covid sekarang turun menjadi 0,86 turun jauh sekali. Menandakan sebelum PSBB karena banyak orang, mudik belum dilarang, kecepatan penularan meningkat tinggi. Sekarang mudik dilarang PSBB diketatkan sekarang turun indeksnya," pungkas Kang Emil.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menilai, selama PSBB diterapkan, jumlah kasus positif COVID-19 menurun. (Baca juga; Bima Arya Waspadai Ledakan Kasus COVID-19 Jelang Idulfitri )
"Saya laporkan sampai tanggal 12 Mei, jumlah pasien di rumah sakit rata-rata sekitar di angka 350-an. Jumlah itu turun dibandingkan rentang di akhir April di sekitar 430 pasien. Jadi di Jabar selama PSBB, jumlah pasien yang dirawat justru turun jumlahnya, bukannya naik, puncaknya terjadi di akhir April," ujar Kang Emil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/5/2020).
Kang Emil mengungkapkan, tren kematian akibat Corona juga turun dari semula rata-rata tujuh pasien per hari, sekarang melandai ke angka empat pasien. Sementara, angka kesembuhan naik hampir dua kali lipat dibandingkan angka kematian.
"Evaluasi berikutnya, tingkat penyebaran virus yang sebelum PSBB itu di kecepatan indeks 3 untuk reproduksi Covid sekarang turun menjadi 0,86 turun jauh sekali. Menandakan sebelum PSBB karena banyak orang, mudik belum dilarang, kecepatan penularan meningkat tinggi. Sekarang mudik dilarang PSBB diketatkan sekarang turun indeksnya," pungkas Kang Emil.
(wib)
Lihat Juga :