TPS Terapkan Prokes Ketat, Warga Zona Merah Lega Nyoblos di Pilbup Bandung
Rabu, 09 Desember 2020 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Usai mencoblos, pemilih diminta membuang sarung tangan plastiknya di tempat yang telah disediakan dan diminta segera meninggalkan TPS. Para pemilih yang diminta segera meninggalkan TPS usai mencoblos membuat kondisi TPS yang dibangun di lapangan sepak bola itu tampak lengang.
"Alhamdulillah, protokol (kesehatan)-nya sangat ketat, saya lega bisa nyoblos dan insya Allah terhindar dari COVID-19," ungkap Anggi Tresnawati Hidayat, Warga setempat.
Anggi menyadari, situasi pada ajang pesta demokrasi lima tahunan itu berbeda jauh dengan ajang serupa lima tahun lalu. Keramaian dan kerumunan yang biasa terjadi benar-benar tak terlihat di Pilbup Bandung kali ini.
(Baca juga: Petugas Sulap TPS 3 Berok Layaknya Resepsi Pernikahan )
"Meski tak seramai dulu, tapi bisa dimaklumi karena kondisinya kan pandemi, apalagi Cileunyi masuk zona merah (COVID-19)," ungkapnya.
Sementara itu, pengawas TPS yang juga Ketua RW 09 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Suhada mengakui, pihaknya menetapkan prokes sangat ketat guna menekan potensi penularan COVID-19.
"Alhamdulillah, protokol (kesehatan)-nya sangat ketat, saya lega bisa nyoblos dan insya Allah terhindar dari COVID-19," ungkap Anggi Tresnawati Hidayat, Warga setempat.
Anggi menyadari, situasi pada ajang pesta demokrasi lima tahunan itu berbeda jauh dengan ajang serupa lima tahun lalu. Keramaian dan kerumunan yang biasa terjadi benar-benar tak terlihat di Pilbup Bandung kali ini.
(Baca juga: Petugas Sulap TPS 3 Berok Layaknya Resepsi Pernikahan )
"Meski tak seramai dulu, tapi bisa dimaklumi karena kondisinya kan pandemi, apalagi Cileunyi masuk zona merah (COVID-19)," ungkapnya.
Sementara itu, pengawas TPS yang juga Ketua RW 09 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Suhada mengakui, pihaknya menetapkan prokes sangat ketat guna menekan potensi penularan COVID-19.
Lihat Juga :