Gajah Liar yang Injak Petani di Muratara hingga Tewas Berasal dari Jambi
Selasa, 12 Mei 2020 - 20:31 WIB
loading...
Seorang petani di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel), tewas setelah diinjak gajah liar di Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung, Muratara, Selasa (12/5/2020). (Ist)
A
A
A
Seorang petani di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel), tewas setelah diinjak gajah liar di Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung, Muratara, Selasa (12/5/2020).
Dengan adanya peristiwa ini Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat, Martialis Puspito mengatakan gajah yang berada di Kecamatan Nibung itu kemungkinan berasal dari lanskap hutan harapan, Provinsi Jambi.
Sebab, di lanskap tersebut memang terdapat kawanan gajah yang terdiri dari 6 gajah betina dan 2 gajah jantan. Nah, salah satu dari gajah jantan tersebut, yakni dinamai Lanang sebelumnya sempat terpantau berada di area Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. "Sore ini tim berangkat ke lokasi untuk memastikan gajah itu apakah Lanang atau bukan," katanya.
Dijelaskan, jika berdasarkan laporan dari masyarakat terhadap ciri-ciri gajah yang menewaskan seorang petani di Kecamatan Nibung itu, maka hampir dipastikan memang itu merupakan Lanang.
Selain itu, ciri lainnya yakni gading tunggal. "Sebenanrnya gajah-gajah di hutan harapan Jambi itu selama ini selalu terpantau pergerakannya dengan alat GPS. Tapi sejak Januari 2020 lalu, tidak tahu mengapa alat-alat itu lepas, sehingga petugas hanya memantau melalui pergerakan jalur," katanya.
Dengan adanya peristiwa ini Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat, Martialis Puspito mengatakan gajah yang berada di Kecamatan Nibung itu kemungkinan berasal dari lanskap hutan harapan, Provinsi Jambi.
Sebab, di lanskap tersebut memang terdapat kawanan gajah yang terdiri dari 6 gajah betina dan 2 gajah jantan. Nah, salah satu dari gajah jantan tersebut, yakni dinamai Lanang sebelumnya sempat terpantau berada di area Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. "Sore ini tim berangkat ke lokasi untuk memastikan gajah itu apakah Lanang atau bukan," katanya.
Dijelaskan, jika berdasarkan laporan dari masyarakat terhadap ciri-ciri gajah yang menewaskan seorang petani di Kecamatan Nibung itu, maka hampir dipastikan memang itu merupakan Lanang.
Selain itu, ciri lainnya yakni gading tunggal. "Sebenanrnya gajah-gajah di hutan harapan Jambi itu selama ini selalu terpantau pergerakannya dengan alat GPS. Tapi sejak Januari 2020 lalu, tidak tahu mengapa alat-alat itu lepas, sehingga petugas hanya memantau melalui pergerakan jalur," katanya.
Lihat Juga :