2 SSK Brimob NTB dan Gorontalo Bantu Kawal Pilwalkot Makassar

Senin, 07 Desember 2020 - 15:30 WIB
loading...
2 SSK Brimob NTB dan...
Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana bersama Pj Wali Kota dan Dandim memberikan keterangan terkait pengamanan jelang Pilwalkot Makassar. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Bawah Kendali Operasi Brimob Nusantara, turut membantu Polrestabes Makassar mengamankan pelaksanaan Pilwalkot Makassar , Rabu, (09/12/2020).

Bantuan setara 200 personel Brimob Nusantara tersebut, bakal bergabung dengan 2.692 personel pengamanan jajaran Polrestabes dan TNI yang secara resmi dilepas dalam apel pergeseran pasukan (Serpas) Pilwalkot Makassar di Lapangan Karebosi, Kecamatan Ujung Pandang, Senin (7/12/2020).

Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana merincikan total 2.692 personel terdiri dari 1.454 personel jajaran Polrestabes Makassar , 1.238 personel Polda Sulsel yang masing-masing terdiri Satuan Brimob sebanyak 300, Dit Samapta, 170 dan staf Polda Sulsel sebanyak 768 personel.

Baca Juga: Hadiri Apel Pengamanan, Rudy Imbau Jaga Prokes Jelang Pencoblosan hingga Nataru

"Kita juga di-backup dari Brimob Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Brimob Gorontalo sebanyak 2 SSK atau lebih kurang 200 personel, serta dibantu Forkopimda dan TNI untuk terus membuat suasana sejuk, aman, damai dan demokratis di Kota Makassar," ucap Witnu usai pimpin Apel Serpas.

Mantan Direktur Intelkam Polda Sulsel ini menyebut, ribuan personel gabungan itu akan disiagakan di 2.249 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 12 Kecamatan wilayah hukum Polrestabes Makassar pada Rabu 9 Desember hingga kondisi betul-betul dipastikan aman.

Dalam pelaksanaan tugas nanti kata Witnu, ribuan personel ini juga akan bersiaga di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik Provinsi dan Kota serta Bawaslu dengan kelengkapan alat operasional penanggulangan kerusuhan.

"Kita kedepankan langkah persuasif. Semua sudah ada SOP-nya," imbuhnya.

Witnu menjelaskan, pihaknya sudah memetakan kerawanan. Dia mengatakan, hampir seluruh wilayah dianggap rawan, baik secara geografis, gangguan Kamtibmas, sampai pelanggaran protokol kesehatan. Ribuan personel yang diterjunkan disesuaikan dengan karakteristik kerawanan.

"Pada prinsipnya kita sudah lakukan langkah sesuai SOP, dari yang paling soft sampai yang hard, terhadap orang atau kelompok yang mencoba mengganggu tahapan demokratis ini. Sehingga masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan nyaman," ungkap perwira menengah Polri tiga bunga ini.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Polda Sulsel Siapkan Tim Penjinak Bom dan K9

Lebih lanjut, Witnu mengimbau agar masyarakat yang bakal menggunakan hak pilihnya dalam hari pelaksanaan pemungutan suara nanti, betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Datang ke TPS menggunakan masker dan wajib mematuhi semua protokol," lanjut Witnu.

Usai memilih, masyarakat bakal diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing untuk menghindari terjadinya penumpukan di TPS.

"Apalagi kita sekarang penyebarannya (corona) masih fluktuatif. Jadi sebaiknya kita meminimalisir sedini mungkin dengan protokol kesehatan itu," tegas Witnu.

Di tempat yang sama, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengaku bakal membantu kepolisian dalam langkah-langkah preventif. Masyarakat diminta betul-betul mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

"Perwali 36, 51 dan 53, demi keselamatan kita bersama," imbuh dia menutup.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
Kanit PPA Polrestabes...
Kanit PPA Polrestabes Makassar Minta Rp10 Juta ke Pelaku Pelecehan, Rp5 Juta untuk Korban dan Rp5 Juta Iptu HR
Kepala Suku Biak Apresiasi...
Kepala Suku Biak Apresiasi Kepolisian dalam Pengamanan Pilkada di Papua Barat Daya
Tak Terbukti Bakar Kampus...
Tak Terbukti Bakar Kampus Unhas Makassar, 32 Mahasiswa Dipulangkan
Kampus Universitas Hasanuddin...
Kampus Universitas Hasanuddin Dibakar dan Dirusak Sejumlah Orang
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Rekomendasi
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved