Kaum Muda Indonesia Diminta Kawal Pilkada Serentak 9 Desember 2020
Minggu, 06 Desember 2020 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Josua Situmorang, Staf Dept Advokasi Kebijakan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menambahkan, calon pemimpin daerah harus memperhatikan kebijakan reforma agraria.“Ada 3 hal yang perlu kapasitas yang di miliki Kepala daerah. Pertama Memiliki pengetahuan reforma agraria, kedua memiliki kemauan politik dan keberpihakan pada pemuda, ketiga memisahkan diri dari elite bisnis dan politik, terpenting lagi setiap kebijakan petani harus menjadi subjek pembangunan,” ucap Joshua.
Sementara itu, Rafelly Theodore Surbakti dariBusinnes Director ID Next Leader mengatakan, peran pemuda jangan sampai tertinggal, pemuda harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru untuk pembangunan daerahnya, jangan menunggu pemerintah memberikan ruang. “Tetapi kita yang harus menciptakan peluang-peluang tersebut, jadi pemilu kali ini bukan soal siap menang atau kalah, tetapi siap kah kita sebagai pemuda untuk mengawal dan mengontrol setia kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Sementara, Ellena Radhiya Brilian, Koordinator Generasi PINTAR menambahkan, bila pemuda harus siap terlibat dalam pemilu, kita harus menjadi pemuda yang kritis dan cermat politik, memilih pemimpin menentukan nasip kita 5 tahun kedepan, pemimpin kita harus mengedepankan inklusifitas dalam pemilu bukan hanya memperhatikan pada fasilitas pemilu saja.“Kita pemuda harus siap menjadi pendukung dan pengawal setiap kegiatan pemilu, Pemuda Pintar pemuda yang melek politik dan peka politik,” ucapnya.
Sementara itu, Rafelly Theodore Surbakti dariBusinnes Director ID Next Leader mengatakan, peran pemuda jangan sampai tertinggal, pemuda harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru untuk pembangunan daerahnya, jangan menunggu pemerintah memberikan ruang. “Tetapi kita yang harus menciptakan peluang-peluang tersebut, jadi pemilu kali ini bukan soal siap menang atau kalah, tetapi siap kah kita sebagai pemuda untuk mengawal dan mengontrol setia kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Sementara, Ellena Radhiya Brilian, Koordinator Generasi PINTAR menambahkan, bila pemuda harus siap terlibat dalam pemilu, kita harus menjadi pemuda yang kritis dan cermat politik, memilih pemimpin menentukan nasip kita 5 tahun kedepan, pemimpin kita harus mengedepankan inklusifitas dalam pemilu bukan hanya memperhatikan pada fasilitas pemilu saja.“Kita pemuda harus siap menjadi pendukung dan pengawal setiap kegiatan pemilu, Pemuda Pintar pemuda yang melek politik dan peka politik,” ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :