Pilkada Depok, Pradi-Afifah Unggul di Survei Vinus

Minggu, 06 Desember 2020 - 11:09 WIB
loading...
Pilkada Depok, Pradi-Afifah...
Pasangan Calon Wakil dan Wakil Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
DEPOK - Sejumlah lembaga survei melakukan polling terhadap pemilihan warga di Pilkada Depok 2020 . Dari hasil survei Studi Visi Nusantara (Vinus) merilis, pasangan Pradi Supriatna - Afifah Alia memperoleh suara 45 persen. Sedangkan pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono hanya memperoleh 35 persen dan 20 persen responden tidak tahu tentang tingkat elektabilitas paslon wali kota dan wakil wali kota.

Ketua Lembaga Studi Visi Nusantara, Ramdan Nugraha mengatakan, pihaknya juga mensurvei kinerja penyelenggara Pilkada dan permasalahan penegakan hukum Pilkada Depok di 40 titik kelurahan dengan jumlah 800 responden periode 1-4 Desember 2020. Metodologi yang digunakan random sampling dengan margin of error sebesar 3,5 persen.

“Masing-masing 20 responden, dengan pembagian 10 orang perempuan, dan 10 orang laki, yang sudah memiliki hak pilih. Dari yang pemula hingga usia rentan, yakni diatas 60 tahun,” kata Ramdan di Depok, Minggu (6/12/2020).

Menurutnya, Pilkada Depok yang diikuti dua petahana sangat menarik. Karena Pradi berani melawan Idris. Diketahui bahwa Idris adalah wali kota Depok dan Pradi adalah wakil wali kotanya. Namun kini keduanya bertarung memperebutkan posisi pimpinan daerah Depok.

“Ini menjadi menarik, ketika si wakil berani menantang wali kota-nya. Namun untuk hasil survei kali ini ternyata wakilnya lebih unggul dibanding wali kota-nya,” tukasnya. (Baca juga: Begini Alur Pencoblosan Pilkada Kota Depok di Masa Pandemi )

Dikatakan dia, paslon nomor urut 02 lebih besar melakukan pelanggaran pilkada dengan jumlah prsentase sebesar 24 persen. Sedangkan paslon nomor 01 hanya 17 persen. Sebanyak 59 persen tidak tahu tentang banyaknya pelanggaran Pilkada Depok 2020 oleh kedua paslon.

Pelanggaran protokol kesehatan terus membayangi Pilkada Depok. Ketidakpatuhan paslon dan koalisi parpol dalam menggunakan protokol kesehatan dalam tahapan kampanye, sesungguhnya adalah wajah dari ketidak pedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Jadi tantangan berat bagi penyelenggara dan juga paslon yang berkonstestasi dalam Pilkada Depok 2020,” ungkapnya. (Baca juga: KPU Depok Distribusikan Logistik Pilkada ke Kecamatan, Termasuk Baju Hazmat dan Thermogun )

Untuk pengetahuan responden terhadap pelaksanaan pilkada Depok, sebanyak 94 persen mengetahui, dan sebanyak 6 persen tidak mengetahui. Untuk pelanggaran pilkada paslon, berdasarkan responden sebanyak 32 persen pelanggaran tentang protokol kesehatan, 4 persen pelanggarannya tentang netralitas ASN, 13 persen tentang politik uang, 6 persen tentang kampanye hitam, dan 45 persen tidak mengetahui tentang pelanggarannya.

“Masih adanya stigma di masyarakat bahwa jika melaporkan pelanggaran pemilihan umum akan panjang urusannya. Maka lebih banyak yang tidak melaporkan pelanggarannya, meski dari Bawaslu sendiri pastinya akan merahasiakan identitas si pelapor,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Quick Count Indikator...
Quick Count Indikator Politik di Pilkada Depok, Supian Suri Unggul di 9 Wilayah
Elektabilitas Pramono-Rano...
Elektabilitas Pramono-Rano 49%, Jubir: Efek Ahokers dan Anak Abah Bersatu
Survei Alvara: Pramono-Rano...
Survei Alvara: Pramono-Rano 49%, Ridwan Kamil-Suswono 44,5%, Dharma-Kun 1,9%
Rekomendasi
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved