Mantan Presiden PKS Ini Sebut Depok 15 Tahun Membeku, Anis Matta Minta Diakhiri
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:20 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta meminta seluruh kadernya untuk kerja keras memenangkan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia dalam Pilkada Depok 2020. SINDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
DEPOK - Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta meminta seluruh kadernya untuk kerja keras memenangkan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia dalam Pilkada Depok 2020 . Menurut dia, Pradi-Afifah bisa membawa perubahan di Kota Depok.
“Tujuan kita jelas, menciptakan arah baru Kota Depok. Kita mulai Langkah kecil membenahi Kota Depok dengan memenangkan Pradi-Afiffah,” kata Anis saat konsolidasi pemenangan Pradi-Afifah di Depok, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga; Sembuh dari Covid-19, Idris Siap Berlaga di Debat Ketiga Pilkada Depok )
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, selama belasan tahun terjadi kebuntuan. Dia minta kebekuan tersebut harus dikhiri karena selama 15 tahun oleh kepemimpinan di Depok sama, walaupun dari dua orang yang berbeda.
“Ini tahun yang saya sebut sebagai tahun kebekuan karena memang tidak ada kemajuan yang signifikan. Jadi kita membutuhkan kepemimpinan yang bagus sebagai terobosan untuk mengakhiri kebekuan di Depok,” tegasnya. (Baca juga; Debat Perdana Pilkada Depok di iNews TV, Pradi-Afifah Kenakan Batik Gong Si Bolong )
Dia menyoroti persoalan yang terjadi di Depok hampir sama dengan kota lain yang berpenduduk padat. Mulai dari kemacetan dan baniir. Karena itu diperlukan langkah terobosan. Anis menyinggung bahwa Kota Depok sebagai ikon Indonesia karena ada Universitas Indonesia (UI). “Mestinya kota ini sebagai penyangga Ibu Kota menjalankan fungsinya sebagai bagian dari Ibu Kota,” tuturnya.
“Tujuan kita jelas, menciptakan arah baru Kota Depok. Kita mulai Langkah kecil membenahi Kota Depok dengan memenangkan Pradi-Afiffah,” kata Anis saat konsolidasi pemenangan Pradi-Afifah di Depok, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga; Sembuh dari Covid-19, Idris Siap Berlaga di Debat Ketiga Pilkada Depok )
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, selama belasan tahun terjadi kebuntuan. Dia minta kebekuan tersebut harus dikhiri karena selama 15 tahun oleh kepemimpinan di Depok sama, walaupun dari dua orang yang berbeda.
“Ini tahun yang saya sebut sebagai tahun kebekuan karena memang tidak ada kemajuan yang signifikan. Jadi kita membutuhkan kepemimpinan yang bagus sebagai terobosan untuk mengakhiri kebekuan di Depok,” tegasnya. (Baca juga; Debat Perdana Pilkada Depok di iNews TV, Pradi-Afifah Kenakan Batik Gong Si Bolong )
Dia menyoroti persoalan yang terjadi di Depok hampir sama dengan kota lain yang berpenduduk padat. Mulai dari kemacetan dan baniir. Karena itu diperlukan langkah terobosan. Anis menyinggung bahwa Kota Depok sebagai ikon Indonesia karena ada Universitas Indonesia (UI). “Mestinya kota ini sebagai penyangga Ibu Kota menjalankan fungsinya sebagai bagian dari Ibu Kota,” tuturnya.
Lihat Juga :