AirNav Kerjasama dengan Filipina untuk Tingkatkan Konektivitas Regional
Jum'at, 04 Desember 2020 - 21:39 WIB
loading...
Pesawat lepas landas dari Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - AirNav Indonesia menerapkan teknologi pertukaran data penerbangan antara Air Traffic Control (ATC) system, yang dimiliki Indonesia dengan ATC system yang dimiliki Filipina.
Pertukaran data penerbangan ini dapat mendorong konektivitas ruang udara Indonesia di kawasan Asia Tenggara, khususnya dengan Filipina.
PH GM Makassar Air Traffic Services Centre (MATSC) AirNav Widiyanto menerangkan, bahwa pihaknya secara resmi telah berhasil menghubungkan pertukaran data penerbangan dengan Filipina sejak Kamis (3/12/2020).
Baca Juga: AirNav Uji Coba Prosedur Baru, Efisiensi Biaya Operasional Maskapai Dihitung
“Data penerbangan dari ATC system AirNav Indonesia di Makassar Air Traffic Services Center (MATSC) telah berhasil kami hubungkan dengan data penerbangan dari ATC system yang berada di Manila, Filipina. Teknologi yang menghubungkan data penerbangan kedua negara disebut dengan ATS Inter-facility Data Communication (AIDC), atau secara singkatdapat disebut sebagai komunikasi data antar sistem,” ungkapnya di Makassar, Jumat, (04/12/2020).
Dirinya menjelaskan, teknologi ini memungkinkan pertukaran data secara otomatis antar ATC system . Hal ini merupakan sebuah terobosan baru bagi industri penerbangan Indonesia dan memiliki banyak keuntungan.
Pertukaran data penerbangan ini dapat mendorong konektivitas ruang udara Indonesia di kawasan Asia Tenggara, khususnya dengan Filipina.
PH GM Makassar Air Traffic Services Centre (MATSC) AirNav Widiyanto menerangkan, bahwa pihaknya secara resmi telah berhasil menghubungkan pertukaran data penerbangan dengan Filipina sejak Kamis (3/12/2020).
Baca Juga: AirNav Uji Coba Prosedur Baru, Efisiensi Biaya Operasional Maskapai Dihitung
“Data penerbangan dari ATC system AirNav Indonesia di Makassar Air Traffic Services Center (MATSC) telah berhasil kami hubungkan dengan data penerbangan dari ATC system yang berada di Manila, Filipina. Teknologi yang menghubungkan data penerbangan kedua negara disebut dengan ATS Inter-facility Data Communication (AIDC), atau secara singkatdapat disebut sebagai komunikasi data antar sistem,” ungkapnya di Makassar, Jumat, (04/12/2020).
Dirinya menjelaskan, teknologi ini memungkinkan pertukaran data secara otomatis antar ATC system . Hal ini merupakan sebuah terobosan baru bagi industri penerbangan Indonesia dan memiliki banyak keuntungan.
Lihat Juga :