Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya Silaturahmi dengan Ulama Madura di Kediaman Kiai Ali Badri
Kamis, 03 Desember 2020 - 00:06 WIB
loading...
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto bersilaturahmi dengan Aliansi Ulama Madura (Auma), Autada Aliansi Ulama Tapal (Autada) di kediaman Kiai Ali Badri, Surabaya, Rabu (2/12/2020). Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto bersilaturahmi dengan Aliansi Ulama Madura (Auma), Autada Aliansi Ulama Tapal (Autada) di kediaman Kiai Ali Badri di Jalan Gadung, Surabaya, Rabu (2/12/2020).
Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Kiai Ali Badri. Kehadiran Kapolda Jatim dan Pangdam Brawijaya ingin menjalin silaturahmi, antara TNI, Polri dan para kiai sepuh dan ulama di Jawa Timur. (Baca juga; Bersilaturahmi dengan Kapolda Baru, Ketua MUI: Saya Yakin Jatim Bakal Lebih Baik )
Saat ini, Jawa Timur masih di massa Pandemi COVID-19 dan pada 9 Desember 2020 akan menghadapi Pilkada Serentak. Demi terwujudnya keamanan dan kondusivitas, komunikasi dan koordinasi dengan para ulama ini harus dilakukan.
"Saya sebagai orang baru di Jatim, ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu dan meminta doa restu kepada para kiai dan ulama agar dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Jatim bisa amanah," kata Nico.
Sementara itu, Kiai Ali Badri mengatakan, bahwa keamanan serta kondusivitas Jatim perlu dijaga bersama antara TNI, Polri dan para Ulama. Karena Jawa Timur sebagai barometer Bangsa Indonesia. Jika goyah, maka akan berdampak pada semuanya.
Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Kiai Ali Badri. Kehadiran Kapolda Jatim dan Pangdam Brawijaya ingin menjalin silaturahmi, antara TNI, Polri dan para kiai sepuh dan ulama di Jawa Timur. (Baca juga; Bersilaturahmi dengan Kapolda Baru, Ketua MUI: Saya Yakin Jatim Bakal Lebih Baik )
Saat ini, Jawa Timur masih di massa Pandemi COVID-19 dan pada 9 Desember 2020 akan menghadapi Pilkada Serentak. Demi terwujudnya keamanan dan kondusivitas, komunikasi dan koordinasi dengan para ulama ini harus dilakukan.
"Saya sebagai orang baru di Jatim, ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu dan meminta doa restu kepada para kiai dan ulama agar dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Jatim bisa amanah," kata Nico.
Sementara itu, Kiai Ali Badri mengatakan, bahwa keamanan serta kondusivitas Jatim perlu dijaga bersama antara TNI, Polri dan para Ulama. Karena Jawa Timur sebagai barometer Bangsa Indonesia. Jika goyah, maka akan berdampak pada semuanya.
Lihat Juga :