Covid-19 Bikin Angka Kemiskinan di Kota Bekasi Naik 37 Persen
Rabu, 02 Desember 2020 - 14:01 WIB
loading...
Pemkot Bekasi menyebutkan pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama sembilan bulan ini berdampak luas pada perekonomian masyarakat.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebutkan pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama sembilan bulan ini berdampak luas pada perekonomian masyarakat di wilayah mitra DKI Jakarta tersebut. Salah satu akibatnya adalah peningkatan angka kemiskinan di Kota Bekasi.
Pemerintah setempat mencatat bahwa angka kemiskinan belakangan ini mengalami peningkatan. Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ada kenaikan mencapai 37% jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.
"DTKS 2019 jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin sebanyak 106.138 kartu keluarga (KK). Sampai Agustus 2020 DTKS bertambah sebanyak 152.138 KK kalau dipersentasi ada penambahan sekitar 37%," ungkap Kabid Penangulangan Masyarakat Miskin Dinsos Kota Bekasi Yeni Suharyani, Rabu (2/12/2020).
Yeni ini tak menampik bahwa pandemi Covid-19 terjadi bukan hanya sebagai ancaman kesehatan, tetapi telah berdampak pada masalah ekonomi masyarakat luas."Banyak kan orang dari luar Kota Bekasi datang mencari pekerjaan, sudah bikin KTP sini dan sekarang berhenti bekerja akibat pandemi Covid-19," ungkapnya.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Asep Kadarisman menambahkan, ada beberapa kelompok kategori miskin yang dibagi menjadi empat yaitu, desil 1 sampai dengan 4. Setiap level pada desil tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi.
Pemerintah setempat mencatat bahwa angka kemiskinan belakangan ini mengalami peningkatan. Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ada kenaikan mencapai 37% jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.
"DTKS 2019 jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin sebanyak 106.138 kartu keluarga (KK). Sampai Agustus 2020 DTKS bertambah sebanyak 152.138 KK kalau dipersentasi ada penambahan sekitar 37%," ungkap Kabid Penangulangan Masyarakat Miskin Dinsos Kota Bekasi Yeni Suharyani, Rabu (2/12/2020).
Yeni ini tak menampik bahwa pandemi Covid-19 terjadi bukan hanya sebagai ancaman kesehatan, tetapi telah berdampak pada masalah ekonomi masyarakat luas."Banyak kan orang dari luar Kota Bekasi datang mencari pekerjaan, sudah bikin KTP sini dan sekarang berhenti bekerja akibat pandemi Covid-19," ungkapnya.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Asep Kadarisman menambahkan, ada beberapa kelompok kategori miskin yang dibagi menjadi empat yaitu, desil 1 sampai dengan 4. Setiap level pada desil tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi.
Lihat Juga :