Klaster Keluarga dan Commuter Menggila, Kasus Covid-19 di Depok Tembus 100 Orang per Hari

Selasa, 01 Desember 2020 - 20:45 WIB
loading...
Klaster Keluarga dan...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
DEPOK - Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Depok per hari bisa mencapai 100 orang. Hal ini dikarenakan tingginya angka pergerakan individu atau aktivitas masyarakat yang saat ini seakan kembali normal .

“Kasus rata-rata harian dalam pekan ini di atas 100 kasus positif. Pergerakan orang yang saat ini terus meningkat tinggi, terutama warga commuter, klaster perkantoran, dan klaster keluarga. Dari keluarga mereka, dari kantor, menularkan kepada yang lain,” kata Jubir Satuan Tugas (Satgas) Covid19 Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (1/12/2020).

Memang, kata dia, kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Depok, tetapi juga di kota lain, terutama wilayah Jabodetabek. Dari data yang dimiliki Satgas, okupansi rumah sakit sudah 538 tempat tidur yang terpakai dari total 664 yang tersedia. Jumlah ini sekitar 83 persen dan sudah diatas standar WHO yang hanya 60 persen. (Baca juga: Soal Kemungkinan PSBB Total di DKI dan Jateng, Ini Tanggapan Satgas)

“Berdasarkan data yang ada pada kita, dari jumlah tempat isolasi di rumah sakit non ICU, itu sejumlah 664 tempat tidur dan saat ini sudah terisi 538. Artinya sudah 83 persen terisi, di atas standara WHO, 60 persen. Demikian pula untuk ICU, dari 55 ICU saat ini terisi 41, sekitar 74 persen. Maka dari itu sudah di atas standar WHO,” paparnya.

Untuk mengatasi kekurangan tempat tidur, pihaknya masih melakukan berbagai cara. Salah satunya penambahan ICU dan berkordinasi dengan rumah sakit sekitar. “Kami mengharapkan, terutama bagi orang tanpa gejala (OTG), segera menyampaikan laporan pada satgas tingkat perumahan dan kecamatan, dan juga puskesmas agar tidak terjadi perburukan. Karena jika terjadi perburukan akan membebankan kepada kapasitas tempat tidur di rumah sakit,” tegasnya. (Baca juga:Gubernur DKI Anies Baswedan Positif Covid-19)

Pihaknya juga sedang berupaya memisahkan antara kasus negatif dengan positif sehingga tidak terjadi paparan yang lebih luas. Pemisahan terutama dilakukan di klaster keluarga. “Karena klaster keluarga saat ini cukup tajam meningkat sehingnga satu-satunya cara yang dilakukan adalah memisahkan yang negatif dan positif,” tukasnya.

Satgas juga sedang berupaya mencari tempat lain untuk digunakan sebagai lokasi isolasi. Namun pihaknya belum dapat menyebutkan lokasi dimaksud. “Kami sedang ikhtiar untuk mencari satu dua tempat di Depok. Tapi kami belum bisa memastikan kapan bisa terealisasi,” ungkapnya.

Dadang mengingatkan pentingnya menerapkan 3 M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Karena saat ini belum masuk pada tatanan new normal. “Jadi tentunya saat ini kita masih adaptasi kebiasaan baru, transisi menuju new normal, dan kita belum new normal. Kepada para sahabat warga agar tetap protokol kesehatan karena itulah yang utama. Kalau kita lihat ada sebagian warga yang kurang memperhatikan prokes, tapi banyak diantara warga yang memperhatikan prokes,” tutupnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Menteri PPPA Minta Maaf...
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah
Viral Kasus Pelecehan...
Viral Kasus Pelecehan Seksual di KRL, KAI Sudah Serahkan Pelaku ke Polisi
Rekomendasi
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Betrand Peto Mengaku...
Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah, KPAI Sarankan Segera Lapor Polisi
Berita Terkini
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved