Jawa Tengah Siap Terima 21.525.000 Dosis Vaksin Covid-19
Rabu, 25 November 2020 - 19:37 WIB
loading...
Pemprov Jateng siap menerima 21.525.000 dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Guna mempersiapkannya, Dinkes Jateng tengah mempersiapkan 2708 vaksinator.
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah siap menerima 21.525.000 dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Guna mempersiapkannya, Dinas Kesehatan Jateng tengah mempersiapkan 2708 vaksinator.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, saat menggelar jumpa pers daring, Rabu (25/11 /2020). Ia menyebut, akan ada pertemuan lebih lanjut untuk membahas waktu distribusi vaksin, yang nantinya akan didistribusikan secara bertahap.
"Alokasi untuk Jateng jumlahnya sekitar 21 juta, tepatnya 21.252.000 dosis vaksin. Itu hitungannya berdasarkan jumlah sasaran di Jateng dengan penduduk sekitar 35 juta. Tentang vaksin, siang ini akan ada webinar tentang vaksin bersama Kemenkes, siang ini," ujar Yulianto.
Ia menyebut, sasaran vaksin adalah mereka yang berumur 18-59 tahun. Distribusinya, sesuai dengan kelompok-kelompok sasaran tertentu.
Terkait merk vaksin, Yuli menyebut hal itu bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Karena, Dinkes Jateng tidak membeli vaksin tersebut secara mandiri.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, saat menggelar jumpa pers daring, Rabu (25/11 /2020). Ia menyebut, akan ada pertemuan lebih lanjut untuk membahas waktu distribusi vaksin, yang nantinya akan didistribusikan secara bertahap.
"Alokasi untuk Jateng jumlahnya sekitar 21 juta, tepatnya 21.252.000 dosis vaksin. Itu hitungannya berdasarkan jumlah sasaran di Jateng dengan penduduk sekitar 35 juta. Tentang vaksin, siang ini akan ada webinar tentang vaksin bersama Kemenkes, siang ini," ujar Yulianto.
Ia menyebut, sasaran vaksin adalah mereka yang berumur 18-59 tahun. Distribusinya, sesuai dengan kelompok-kelompok sasaran tertentu.
Terkait merk vaksin, Yuli menyebut hal itu bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Karena, Dinkes Jateng tidak membeli vaksin tersebut secara mandiri.
Lihat Juga :