Unik, Warga 1 Desa di Aceh Ramai-ramai Tanam Pohon Salak di Halaman Rumah

loading...
Unik, Warga 1 Desa di Aceh Ramai-ramai Tanam Pohon Salak di Halaman Rumah
Ibu-ibu di Desa Guci, Kecamata Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, menanam puluhan pohon salak pondoh di pekarangan rumahnya. Foto/iNews TV/Jamal Pangwa
PIDIE - Saat pandemi COVID-19 melanda, banyak warga utamanya ibu rumah tangga yang berlomba-lomba menanam tanaman hias. Berbagai hal menjadi alasan, mulai dari mengisi waktu luang sampai meningkatkan imunitas dengan kegiatan produktif. (Baca juga: Demi Bisa Wisuda Sarjana di Usia 78 Tahun, Adik Wapres Try Sutrisno Rela Mandi Jam 1 Pagi )

Hal berbeda terjadi di Desa Guci, Kecamata Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Warga satu desa di Tanah Rencong ini, lebih memilih mengisi halaman rumahnya dengan tanaman salak pondoh .

Tanaman buah penuh duri ini, biasanya banyak ditanamn di kebun. Namun, di Desa Guci, warganya menanam pohon salak pondoh dengan rapi dan bersih di pekarangan rumah.Setiap pekarangan rumah ada puluhan pohon salak pondoh yang ditanam, sehingga jalan-jalan desa begitu rindang dan indah.





Puluhan pohon salak pondoh yang berada di sekeliling rumah-rumah warga tersebut, setiap hari berbuah lebat. Bahkan, hampir setiap hari desa ini menjadi desa wisata yang ramai di kunjungi oleh para pencinta wisata alam. (Baca juga: Setubuhi dan Bunuh Janda Cantik di Hotel, PNS Gadungan Dibekuk Polres Kolaka )

Selain bisa menikmati dan melihat-lihat banyaknya pohon salak pondoh yang ditanam di halaman rumah, para pengunjung pun bisa langsung memetik dan memakan buah salaknya di lokasi untuk dibawa pulang.

"Wisata ke Desa Guci, sangat menyenangkan. Tanaman salak pondoh ditanamn sangat rapi dan buahnya lebat. Lokasinya sangat bersih, sehingga nyaman untuk dikunjungi," ujar Cut Nurul, salah seorang pengunjung yang menikmati salak pondoh Desa Guci.



Unik, Warga 1 Desa di Aceh Ramai-ramai Tanam Pohon Salak di Halaman Rumah


Harga salak pondoh yang dijual dengan memetik sendiri ini hanya Rp15 ribu/kg. Munurut Cut Nurul, harganya sangat terjangkau dan bisa menikmatinya di antara sejuknya suasana desa.

Muhammad Ismail, salah seorang warga yang menanam salak pondoh , mengaku yang pertama kali menanam tanaman salak pondoh tersebut, lalu banyak warga yang ikut menanam hingga hampir seluruh warga desa memiliki tanaman salak pondoh di pekarangan rumah. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )

"Saya memilih menanam tanaman salak pondoh ini di pekarangan rumah, karena awalnya sudah tidak sanggup lagi kalau mengurusnya di kebun. Ternyata hasilnya sangat lebat. Warga lainnya pun ikut tertarik menanamnya," ungkapnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top