Ada 'Nikita Mirzani' Berhijab, Ikut Demo Tolak Habib Rizieq di Surabaya
Selasa, 24 November 2020 - 15:31 WIB
loading...
Elemen Warga Surabaya membentangkan spanduk bergambar artis Nikita Mirzani dalam aksi menolak kedatangan Rizieq Shihab di Jatim. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Sekelompok massa yang tergabung dalam Elemen Warga Surabaya, melakukan aksi menolak rencana kedatangan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Jatim. Aksi tersebut digelar di depan Taman Apsari Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (24/11/2020) siang. (Baca juga: Ditemani Istri Setubuhi 2 Anak Gadis Puluhan Kali, Indrajid: Itu Ritual Mengambil Bank Gaib )
Mereka membentangkan berbagai spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap tokoh kontroversial tersebut. Di antaranya, Arek Suroboyo Tolak FPI, Tolak Rizieq Shihab, Bhinneka Tunggal Ika Jangan Kau Politisir Atas Nama Agama, Tukang Adu Domba di Surabaya.
Bahkan, massa juga membentangkan spanduk bergambar artis Nikita Mirzani yang mengenakan jilbab. Di spanduk itu tertulis 'Ini Hati, Bukan Roti yang Bisa Dibagi (NKRI Harga Mati)'. (Baca juga: Selama 12 Jam di Puncak Merapi Terjadi 21 Gempa Guguran dan 5 Kali Suara Gemuruh )
Koordinator Aksi, Ahmad Jazuli mengatakan, organisasi FPI yang dipimpin Habib Rizieq Shihab membahayakan persatuan Indonesia. Ini disebabkan ceramahnya yang kerap dianggap dapat memecah belah warga bangsa.
Mereka membentangkan berbagai spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap tokoh kontroversial tersebut. Di antaranya, Arek Suroboyo Tolak FPI, Tolak Rizieq Shihab, Bhinneka Tunggal Ika Jangan Kau Politisir Atas Nama Agama, Tukang Adu Domba di Surabaya.
Bahkan, massa juga membentangkan spanduk bergambar artis Nikita Mirzani yang mengenakan jilbab. Di spanduk itu tertulis 'Ini Hati, Bukan Roti yang Bisa Dibagi (NKRI Harga Mati)'. (Baca juga: Selama 12 Jam di Puncak Merapi Terjadi 21 Gempa Guguran dan 5 Kali Suara Gemuruh )
Koordinator Aksi, Ahmad Jazuli mengatakan, organisasi FPI yang dipimpin Habib Rizieq Shihab membahayakan persatuan Indonesia. Ini disebabkan ceramahnya yang kerap dianggap dapat memecah belah warga bangsa.
Lihat Juga :