PW Muhammadiyah Jatim Kritik Naskah Khutbah Jumat Kemenag, Ini Alasannya

Selasa, 24 November 2020 - 15:26 WIB
loading...
PW Muhammadiyah Jatim...
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim, Nadjib Hamid mengkritik rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan menyiapkan naskah khutbah Jumat. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim , Nadjib Hamid mengkritik rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat yang disiapkan pemerintah tersebut dinilai justru akan mematikan demokrasi.

“Menurut saya, inikan banyak peristiwa yang sebenarnya dampak. Kalau konteksnya khatib, itu karena kejengkelan saja atas semua peristiwa yang terjadi di negeri ini. Misalnya, ketika khotib mengkritik masalah penegakan hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Masak pemerintah tidak boleh dikritik,” kata Nadjib, Selasa (24/11/2020). (Baca juga: Kemenag Siapkan Materi Khutbah Jumat, Gus Jazil: Bukan Langkah Bijak)

Pihaknya menyesalkan adanya tuduhan bahwa ada sejumlah pengkhutbah yang itu dianggap radikal dan sering provokatif dalam ceramahnya. Menurut Nadjib, radikal dan provokatif itu disematkan pemerintah pada orang-orang yang mengkritik. (Baca juga: Terbit Awal 2021, Materi Khutbah Jumat Kemenag dalam Bentuk Digital)

“Kalau sekarang kita sudah bersepakat sebagai negara demokrasi, perbedaan itu menyehatkan. Masak mengkritik dianggap provokatif. Kita harus fair mengenai definisi provokatif dan radikal itu versi siapa,” tandas Nadjib.

Dengan begitu, lanjut dia, maka adanya materi khutbah dari Kemenag tidak menjadi penting. Dia juga meragukan Kemenag akan melibatkan ulama dan akademisi dalam penyusunan materi khutbah tersebut. Kalau dilibatkan, tentu akan menggunakan versi pemerintah. “Kenapa mengkritik tidak boleh. Kalau tidak boleh dikritik, kita akan menjadi negara apa, otoriter,” tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, rencana penyusunan khutbah Jumat ini sejalan dengan kebijakan Kemenag untuk menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama.

“Kami akan menyiapkan naskah berkualitas dan bermutu dengan tim penulis ahli di bidangnya. Naskah yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag,” lanjutnya.

Menurutnya, khutbah Jumat harus menjadi instrumen untuk memberikan informasi konstruktif kepada masyarakat. Karena itu, sudah seharusnya Kemenag hadir untuk ikut memfasilitasi keberadaan naskah yang sesuai dengan perkembangan zaman di masyarakat.

“Jadi, khutbah Jumat juga perlu membahas masalah kekinian berikut solusinya. Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah ini,” tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Kemenag Gandeng Aktivis...
Kemenag Gandeng Aktivis Rohis Se-Indonesia Cetak Pemimpin Berkarakter lewat Kurikulum Cinta
Edukasi Generasi Muda,...
Edukasi Generasi Muda, Kemenag Launching Halal Goes to Campus di Unpad
WNA Protes Speaker Tadarus...
WNA Protes Speaker Tadarus di Gili Trawangan, Kemenag Ingatkan Penggunaan Pengeras Suara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Rekomendasi
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Berita Terkini
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved