Bisnis Kripik Kelapa Online, UMKM Dapur Aisyah Raup Untung di Tengah Pandemi
Senin, 23 November 2020 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian merubah strategi, berjualan secara online dengan menawarkan berbagai diskon. Justru dengan strategi itulah, penjualannya meningkat tajam. Perbulan dia bisa memproduksi 200 sampai 300 bungkus keripik kentang.
"Tergantung permintaan, kalau memang ada permintaan lebih banyak kita produksi lebih. Omzet rata-rata Rp.15 juta perbulan," kata Dia.
Pembeli keripik kelapa sendiri bukan hanya berasal dari Manado saja, permintaan datang paling banyak datang dari Jakarta, ada juga dari Sumatera, Kalimantan, bahkan dari Merauke dia sudah memiliki pelanggan.
"Justru sebelum PSBB itulah puncak dari penghasilan saya selama berjualan online. Justru meningkat secara online," terang dia. (Baca juga: Gunung Api Karangetang Terus Keluarkan Suara Gemuruh, Status Siaga)
Keripik kelapa buatannya menggunakan bahan baku yang melimpah di Sulawesi Utara yakni kelapa. Untuk membuat keripik kelapa, dia memakai kelapa yang masih mengkal.
"Tergantung permintaan, kalau memang ada permintaan lebih banyak kita produksi lebih. Omzet rata-rata Rp.15 juta perbulan," kata Dia.
Pembeli keripik kelapa sendiri bukan hanya berasal dari Manado saja, permintaan datang paling banyak datang dari Jakarta, ada juga dari Sumatera, Kalimantan, bahkan dari Merauke dia sudah memiliki pelanggan.
"Justru sebelum PSBB itulah puncak dari penghasilan saya selama berjualan online. Justru meningkat secara online," terang dia. (Baca juga: Gunung Api Karangetang Terus Keluarkan Suara Gemuruh, Status Siaga)
Keripik kelapa buatannya menggunakan bahan baku yang melimpah di Sulawesi Utara yakni kelapa. Untuk membuat keripik kelapa, dia memakai kelapa yang masih mengkal.
Lihat Juga :