Dampak Perubahan Iklim, Dalam Setahun Pulau Pari Dua Kali Diterjang Banjir Rob

Jum'at, 20 November 2020 - 06:29 WIB
loading...
Dampak Perubahan Iklim,...
Naiknya air pasang laut atau banjir rob di Pulau Pari, Kepulauan Seribu menjadi sebuah fenomena alam yang berbeda sebelumnya. Foto/iNews
A A A
JAKARTA - Naiknya air pasang laut atau banjir rob di Pulau Pari , Kepulauan Seribu menjadi sebuah fenomena alam yang berbeda sebelumnya. Selama tahun 2020, pulau yang terkenal dengan tempat wisatanya di terjang banjir rob dua kali.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 01, Pulau Pari, Edi Mulyono mengatakan banjir rob yang terjadi pada tahun 2020 merupakan fenomena banjir yang berbeda dengan banjir-banjir sebelumnya. Banjir rob pertama kalinya terjadi pada bulan Juli dan senin lalu. (Baca juga: Banjir Rob Kembali Rendam Puluhan Rumah Warga di Samudrajaya)

“Sebelumnya belum pernah sampai naik ke darat, paling hanya sampai bibir pantai, tapi sekarang lebih parah, ada penambahan debit air. Pada banjir rob bulan Juli bahkan sampai membawa perahu ke darat,” ujar Edi dalam keterangannya, Kamis (19/11/2020).

Hal serupa juga diungkapkan Rohany (65), yang mengatakan sejak tinggal dari kecil baru pada tahun 2020 ada banjir rob yang sampai naik ke darat. Padahal sebelum-sebelumnya belum pernah ada banjir seperti itu.

“Baru Juli 2020 ini air laut naik sampai ke jalanan, itupun karena dibuat tanggul, di lokasi lain air sampai naik hingga masjid pulau bagian barat dan rumah warga, belum pernah saya lihat, ini yang paling parah sampai bertahan tiga hari,” jelas Rohany.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta menilai fenomena banjir rob yang terjadi saat ini di Pulau Pari tidak terlepas dari perubahan iklim yang tengah terjadi secara global.

"Dampak perubahan iklim sudah nyata, di Pulau Pari saja ini adalah banjir rob ke dua dalam tahun ini, tidak hanya banjir tetapi abrasi sebelah Timur Pulau Pari," kata Rehwinda Naibaho, Pengkampanye Walhi DKI Jakarta.

Selain itu menurut Rehwinda kalender musim yang tidak menentu dan jumlah ikan yang semakin menurun juga terkena akibat perubahan iklim ini. Walhi mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan serius baik secara nasional dan global untuk menekan laju perubahan iklim ini. (Baca juga: Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah Warga Medan Belawan di Malam Hari)

"Apakah harus menunggu Pulau Pari yang berpenghuni tenggelam? kata Rehwinda.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG: Waspada Banjir...
BMKG: Waspada Banjir Rob Selama Libur Lebaran hingga 27 Maret 2026
Tata Kelola Air Tanah...
Tata Kelola Air Tanah Berkelanjutan
BRIN Siap Selamatkan...
BRIN Siap Selamatkan Pantura Jawa lewat Giant Sea Wall
Rekomendasi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
Perubahan Iklim Jadikan...
Perubahan Iklim Jadikan Bulan Juli 2023 Waktu Terpanas di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved