Cegah Kerumunan, Ini Aturan Ketat di Debat Terbuka Sesi Kedua
Rabu, 18 November 2020 - 15:25 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Pelaksanaan debat terbuka sesi kedua dijalankan dengan penerapan protokol yang ketat. Antisipasi kerumunan pun dilakukan dengan koordinasi bersama aparat kepolisian yang ikut berjaga di lokasi debat di Dyandra Convention Center Jalan Basuki Rahmat, Rabu (18/11/2020).
Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) Surabaya Nur Syamsi menuturkan, debat publik sesi kedua tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Berbagai penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kedatangan para simpatisan di lokasi acara debat.(Baca juga: Malam Ini, iNews TV Siarkan Debat Terbuka Kedua Pilkada Surabaya 2020 )
Hasil rapat koordinasi dengan bawaslu, kepolisian, dan Satgas COVID-19, ia mengusulkan sejak 50 meter dari Dyandra sudah dilakukan blocking atau penyekatan untuk mencegah potensi para pendukung masuk ke lokasi debat.
"Sebaiknya diblocking sejak 50 meter dari Dyandra. Biar tidak berpotensi kerumunan di sekitar lokasi debat," kata Nur Syamsi.
Ia melanjutkan, pada debat sesi dua ini akan membahas tema peningkatan pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya. Teknis debat publik kedua ini tidak jauh beda dengan debat pertama. KPU Surabaya telah menunjuk lima penelis dari perguruan tinggi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) Surabaya Nur Syamsi menuturkan, debat publik sesi kedua tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Berbagai penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kedatangan para simpatisan di lokasi acara debat.(Baca juga: Malam Ini, iNews TV Siarkan Debat Terbuka Kedua Pilkada Surabaya 2020 )
Hasil rapat koordinasi dengan bawaslu, kepolisian, dan Satgas COVID-19, ia mengusulkan sejak 50 meter dari Dyandra sudah dilakukan blocking atau penyekatan untuk mencegah potensi para pendukung masuk ke lokasi debat.
"Sebaiknya diblocking sejak 50 meter dari Dyandra. Biar tidak berpotensi kerumunan di sekitar lokasi debat," kata Nur Syamsi.
Ia melanjutkan, pada debat sesi dua ini akan membahas tema peningkatan pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya. Teknis debat publik kedua ini tidak jauh beda dengan debat pertama. KPU Surabaya telah menunjuk lima penelis dari perguruan tinggi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Lihat Juga :