Sulut Kembali Lepas Ekspor Kelapa Parut ke Empat Negara
Rabu, 18 November 2020 - 10:39 WIB
loading...
Sulawesi Utara kembali melepas ekspor kelapa parut ke empat negara.Foto/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado kembali ekspor kelapa parut asal Sulawesi Utara (Sulut) secara serentak ke empat negara.
Masing-masing adalah Cina sebanyak 104 ton, Irak 26 ton, Rusia 26 ton serta Selandia baru sebanyak 37, 4 ton dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 4,99 miliar melalui Pelabuhan Laut Bitung (18/11/2020).
“Kelapa parut yang dikirim ke empat negara tersebut dijamin sehat dan aman sampai di negara tujuan, karena sudah memenuhi persyaratan negara tujuan baik dari aspek kesehatan maupun standar keamanan pangannya sebelum diberangkatkan,” ungkap Donni Muksydayan, Kepala Karantina Manado saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada eksportir Tri Mustika Cocominaesa dan PT. Royal Coconut.
Menurut Donni kelapa parut asal Sulut ini semakin diminati di pasar global dan merupakan salah satu produk unggulan ekspor asal sulut yang meningkat signifikan terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi. (Baca juga: Kabupaten Sumba Timur Kembali Kirim 30 Sampel Swab ke Kupang )
Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan juga kemudahan layanan ekspor oleh Bea Cukai dan layanan di pelabuhan yang baik dan kerjasama petani serta pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar terus berkelanjutan.
Berdasarkan data Karantina Pertanian Manado tercatat fasilitasi ekspor kelapa parut selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 16,72 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 397,51 miliar. Hal ini meningkat sebanyak 31,3 % dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 12,73 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp. 261,56 miliar.
Lebih lanjut Donni menerangkan supaya ekspor kelapa parut ini meningkat dan terus berkelanjutan Karatina Pertanian Manado melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. (Baca juga: Gelar Razia Mendadak, Polres Minahasa Selatan Sita Puluhan Botol Miras Cap Tikus )
Masing-masing adalah Cina sebanyak 104 ton, Irak 26 ton, Rusia 26 ton serta Selandia baru sebanyak 37, 4 ton dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 4,99 miliar melalui Pelabuhan Laut Bitung (18/11/2020).
“Kelapa parut yang dikirim ke empat negara tersebut dijamin sehat dan aman sampai di negara tujuan, karena sudah memenuhi persyaratan negara tujuan baik dari aspek kesehatan maupun standar keamanan pangannya sebelum diberangkatkan,” ungkap Donni Muksydayan, Kepala Karantina Manado saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada eksportir Tri Mustika Cocominaesa dan PT. Royal Coconut.
Menurut Donni kelapa parut asal Sulut ini semakin diminati di pasar global dan merupakan salah satu produk unggulan ekspor asal sulut yang meningkat signifikan terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi. (Baca juga: Kabupaten Sumba Timur Kembali Kirim 30 Sampel Swab ke Kupang )
Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan juga kemudahan layanan ekspor oleh Bea Cukai dan layanan di pelabuhan yang baik dan kerjasama petani serta pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar terus berkelanjutan.
Berdasarkan data Karantina Pertanian Manado tercatat fasilitasi ekspor kelapa parut selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 16,72 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 397,51 miliar. Hal ini meningkat sebanyak 31,3 % dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 12,73 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp. 261,56 miliar.
Lebih lanjut Donni menerangkan supaya ekspor kelapa parut ini meningkat dan terus berkelanjutan Karatina Pertanian Manado melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. (Baca juga: Gelar Razia Mendadak, Polres Minahasa Selatan Sita Puluhan Botol Miras Cap Tikus )
Lihat Juga :