Korban Pelecehan Alami Trauma, Aktivis IAIN Tulungagung Minta Stop Victimisasi
Senin, 16 November 2020 - 16:53 WIB
loading...
Tampak para aktivis IAIN Tulungagung saat melakukan unjuk rasa terkait pelecehan seksual yang dialami rekan mereka. SINDOnews/Solichan
A
A
A
TULUNGAGUNG - Aktivis mahasiswi IAIN Tulungagung yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual senior di kampusnya, mengalami trauma. Paska kejadian, korban lebih banyak menutup diri, menghindari pergaulan luas.
"Korban trauma. Tapi tidak sampai depresi," ujar Roiyatus Saadah, aktivis Dewan Eksekutif Mahasiswa Instute (Dema I) menjawab Sindonews.com Senin (16/11/2020).
Bersama tiga puluhan aktivis lintas fakultas yang mengatasnamakan IAIN TA (Tulungagung) Bersuara, Roiyatus selaku korlap aksi, Senin ini (16/11) mendemo kampus IAIN.
Pihak rektorat dituntut segera mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Dalam perjalanan menuju lereng gunung Wilis, korban digerayangi dan dipaksa melakukan tindak asusila .
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dilaporkan ke kampus pada 16 September. Namun baru direspon pihak kampus pada 1 Oktober. Para aktivis juga meminta ijazah pelaku yang diwisuda 10-14 November lalu, ditangguhkan.
"Korban trauma. Tapi tidak sampai depresi," ujar Roiyatus Saadah, aktivis Dewan Eksekutif Mahasiswa Instute (Dema I) menjawab Sindonews.com Senin (16/11/2020).
Bersama tiga puluhan aktivis lintas fakultas yang mengatasnamakan IAIN TA (Tulungagung) Bersuara, Roiyatus selaku korlap aksi, Senin ini (16/11) mendemo kampus IAIN.
Pihak rektorat dituntut segera mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Dalam perjalanan menuju lereng gunung Wilis, korban digerayangi dan dipaksa melakukan tindak asusila .
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dilaporkan ke kampus pada 16 September. Namun baru direspon pihak kampus pada 1 Oktober. Para aktivis juga meminta ijazah pelaku yang diwisuda 10-14 November lalu, ditangguhkan.
Lihat Juga :