Budidayakan Ikan Hias, Indonesia Care Ajak Korban PHK Jadi Enterpreuner
Senin, 16 November 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Diungkapkan Lukman, pasar lokal dan global masih kekurangan kebutuhan ikan mungil asal sungai Amazon tersebut. "Karenanya melalui program budidaya ikan ini, kami mengajak setiap orang menjadi enterpreneur dengan cara ikut membudidayakannya," harap Lukman.Biasanya kendala orang membudidayakan sesuatu, lanjut mantan jurnalis itu, adalah penyerapan pasarnya. "Nah Indonesia Care siap menyerapnya berapapun ikan neon Tetra yang ada di peternak plasma kami. Selain itu kita juga siap mengedukasi masyakarat," tandasnya.
Budidaya neon Tetra ini menurut Lukman, salahsatu dari beberapa program pemberdayaan yang sedang dijalankan oleh lembaga kemanusiaan dan lingkungan Indonesia Care. (Baca juga: Kian Diburu, Bisnis Ikan Cupang Terus Menjamur di Masa Pandemi)
"Selain mengangkat ekonomi masyarakat, kami berharap kedepan lembaga civil society seperti kita tak lagi mengandalkan persentase dari donasi umat untuk menjalankan operasional lembaga," ujarnya.
Indonesia care mencoba merintis usaha di hulu agar hasilnya bisa untuk membantu operasional dan bantuan perdana bagi kerja-kerja kemanusiaan sebelum ada dukungan donasi masyarakat.
Ditambahkan Direktur Pengembangan Bisnis Indonesia Care Corporation, Agung Harimurti bahwa bisnis ini masih kekurangan ratusan juta ekor setiap bulannya. "kebutuhan pasar internasional minimal 1 miliar ikan perbulan. Suplai kita masih sangat jauh dari harapan sampai saat ini," imbuhnya.
Budidaya neon Tetra ini menurut Lukman, salahsatu dari beberapa program pemberdayaan yang sedang dijalankan oleh lembaga kemanusiaan dan lingkungan Indonesia Care. (Baca juga: Kian Diburu, Bisnis Ikan Cupang Terus Menjamur di Masa Pandemi)
"Selain mengangkat ekonomi masyarakat, kami berharap kedepan lembaga civil society seperti kita tak lagi mengandalkan persentase dari donasi umat untuk menjalankan operasional lembaga," ujarnya.
Indonesia care mencoba merintis usaha di hulu agar hasilnya bisa untuk membantu operasional dan bantuan perdana bagi kerja-kerja kemanusiaan sebelum ada dukungan donasi masyarakat.
Ditambahkan Direktur Pengembangan Bisnis Indonesia Care Corporation, Agung Harimurti bahwa bisnis ini masih kekurangan ratusan juta ekor setiap bulannya. "kebutuhan pasar internasional minimal 1 miliar ikan perbulan. Suplai kita masih sangat jauh dari harapan sampai saat ini," imbuhnya.
Lihat Juga :