Ekspor Produk Holtikultura Jabar 2020 Tembus Rp3 Triliun
Rabu, 11 November 2020 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
Meski mampu mengekspor di tengah pandemi, namun Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berujar bahwa hasil produk hortikultura di Jabar belum optimal. Dia menilai, masih banyak lahan kosong di Jabar yang belum dimanfaatkan karena ketidaktahuan pemilik lahan tentang produk yang cocok untuk ditanam di lahan miliknya.
Oleh karenanya, Kang Emil juga meminta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar membuat forum offtaker yang bertujuan untuk mengetahui produk pangan apa yang tengah laku dan dibutuhkan pasar. "Nah, salah satu tugas pemerintah yang saya titipkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura adalah membuat forum pembeli atau offtaker yang isinya ada pengekspor yang sudah tahu bagaimana menjual, apa yang laku," tutur Kang Emil.
"Setelah itu, memperbesar jaringannya difasilitasi oleh kita, sehingga nanti terjadi hubungan ekonomi yang sangat baik. Tanah yang subur tetap ditanami tumbuhan, ekonomi meningkat untuk warga lokal, dan trader eksportir juga memperbesar pasarnya," sambung Kang Emil. (Baca juga: Genjot Ekspor Hortikultura Mentan Siapkan Karpet Merah bagi Eksportir )
Selain itu, Kang Emil juga mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan mencanangkan program Petani Milenial di 2021 sebagai upayanya untuk menekan arus urbanisasi, khususnya bagi generasi milenial di desa. "Semoga Januari 2021 kita launching (Petani Milenial). Hasilnya dibeli dengan harga yang baik diawal dan terjadilah budaya baru, yakni kalau anda anak muda tidak harus selalu hijrah ke kota, tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar Dadan Hidayat mengakui bahwa sektor tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu dari lima sektor lapangan usaha yang masih tetap eksis di tengah pandemi COVID-19.
Selain itu, berdasarkan data Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung, nilai transaksi ekspor sektor pertanian sepanjang 2020, khususnya komoditas sayuran mencapai 2.774.054 kilogram senilai Rp46 miliar dengan negara tujuan China, Thailand, dan Singapura.
Oleh karenanya, Kang Emil juga meminta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar membuat forum offtaker yang bertujuan untuk mengetahui produk pangan apa yang tengah laku dan dibutuhkan pasar. "Nah, salah satu tugas pemerintah yang saya titipkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura adalah membuat forum pembeli atau offtaker yang isinya ada pengekspor yang sudah tahu bagaimana menjual, apa yang laku," tutur Kang Emil.
"Setelah itu, memperbesar jaringannya difasilitasi oleh kita, sehingga nanti terjadi hubungan ekonomi yang sangat baik. Tanah yang subur tetap ditanami tumbuhan, ekonomi meningkat untuk warga lokal, dan trader eksportir juga memperbesar pasarnya," sambung Kang Emil. (Baca juga: Genjot Ekspor Hortikultura Mentan Siapkan Karpet Merah bagi Eksportir )
Selain itu, Kang Emil juga mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan mencanangkan program Petani Milenial di 2021 sebagai upayanya untuk menekan arus urbanisasi, khususnya bagi generasi milenial di desa. "Semoga Januari 2021 kita launching (Petani Milenial). Hasilnya dibeli dengan harga yang baik diawal dan terjadilah budaya baru, yakni kalau anda anak muda tidak harus selalu hijrah ke kota, tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar Dadan Hidayat mengakui bahwa sektor tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu dari lima sektor lapangan usaha yang masih tetap eksis di tengah pandemi COVID-19.
Selain itu, berdasarkan data Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung, nilai transaksi ekspor sektor pertanian sepanjang 2020, khususnya komoditas sayuran mencapai 2.774.054 kilogram senilai Rp46 miliar dengan negara tujuan China, Thailand, dan Singapura.
Lihat Juga :