Geger Warisan, Seorang Adik di Nias Utara Tega Habisi Kakak Kandung

Rabu, 11 November 2020 - 02:46 WIB
loading...
Geger Warisan, Seorang...
Seorang adik di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, tega menghabisi kakak kandungnya sendiri. Foto/Dok. Polres Nias Utara
A A A
NIAS UTARA - Geger warisan kebun karet, Ng (46) tega menghabisi nyawa kakak kandungnya TG (62). Tersangka NG mengaku tersinggung saat cekcok dengan korban, dan korban lebih dahulu meninju pipi tersangka. (Baca juga: 10 Kontainer Mebel Jepara Siap Ekspor Ludes Terbakar, Kerugian Rp15 M )

Paur Humas Polres Nias , Aiptu Yadsen Hulu menerangkan, tersangka dan korban adalah penduduk Dusun IV, Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Pada Selasa (3/11/2020), tersangka dan korban yang merupakan kakak beradik kandung, terlibat cekcok karena sengketa warisan kebun karet. (Baca juga: Timses Bupati Pelalawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkotika Internasional )

"Motif tersangka menghabisi kakak kandungnya, karena merasa tersinggung dengan sikap kakaknya yang lebih dahulu meninju pipi kiri tersangka. Sebelumnya, telah terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan korban, terkait sengketa warisan kebun karet," terang Kapolres Nias , AKBP Wawan Iriawan.

Sebelum kejadian, tersangka pulang memancing dari laut. Dan sesampainya tersangka di rumahnya, baru teringat pisau miliknya yang digunakan memotong umpan saat memancing tertinggal dalam perahu miliknya. (Baca juga: Bensin Tumpah, Warga Kobar Hajar Tetangga Sendiri Pakai Parang )



Tersangka, akhirnya kembali menuju pantai dan mengambil pisaunya dari dalam perahu serta menyelipkan pisau itu di pinggang. Tersangka lalu pulang menuju rumah dan saat melintas di depan rumah korban, korban terdengar dalam rumahnya sedang marah-marah, berteriak serta memaki-maki dengan ucapan, "Ubunu'o ono Ama Dona, Tenga Khou Kabu Dao ( Kubunuh kau, anak ama Dona, bukan punyamu kebun itu),".

Mendengar ucapan korban, tersangka merasa tersinggung. Pada saat itu, tersangka berpikir bahwa kalimat yang diucapkan korban ditujukan pada tersangka. Lalu tersangka, menjawab dari jalan umum dengan kalimat, "Haniha Nibunumo (Siapa yang mau kau bunuh )".

Tersangka juga menyuruh korban keluar dari dalam rumahnya, dan korbanpun keluar serta menghampiri tersangka. Tersangka sempat menggertak korban dengan cara mengambil batu dari pinggir jalan dan seakan-akan tersangka mau melempar korban, namun korban tidak takut dan terus mendekati tersangka. Lalu tersangka membuang batu tersebut kembali ke pinggir jalan.

"Sesaat kemudian, korban langsung meninju pipi kiri tersangka, dan tersangka mencabut pisau yang terselip dipinggangnya. Namun pisau tersangka jatuh ke badan jalan, sebab korban masih meninju tersangka. Lalu tersangka mengambil pisaunya yang terjatuh dengan tangan kiri serta menikam perut korban sebanyak dua kali," ungkapnya.

Tersangka memindahkan pisaunya ke tangan kanan, dan saat itu korban dengan posisi memegang leher tersangka, lalu tersangka menikam ketiak kiri korban sebanyak satu kali. Tersangka lalu mengayunkan pisau menikam punggung korban sebanyak dua kali. (Baca juga: Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )

"Setelah itu, timbul rasa takut pada diri tersangka, karena melihat korban berlumuran darah. Tersangka meninggalkan korban dan berlari menuju arah Polsek Tuhemberua, dan tersangka diamankan personil Polsek Tuhemberua," tuturnya. Tersangka telah ditahan di Mapolres Nias , dan dijerat dengan pasal 338 atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan, yang ancaman ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Warga Negara Korsel...
Warga Negara Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dibunuh
Pria di Jakarta Barat...
Pria di Jakarta Barat Tewas Ditusuk, Kanit Reskrim: Awalnya Cekcok Mulut
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Stephanie MCI Ungkap...
Stephanie MCI Ungkap Pengalaman Seram saat Menginap di Vila Bali
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved