Wali Kota Bandar Lampung Ancam 'Pecahkan Kepala Wartawan', Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Bungkam
Selasa, 10 November 2020 - 16:25 WIB
loading...
Ulah Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, yang menghardik dan mengancam salah seorang wartawan saat diwawancarai berbuntut panjang. iNews TV/Jimi
A
A
A
LAMPUNG - Ulah Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, yang menghardik dan mengancam salah seorang wartawan saat diwawancarai berbuntut panjang.
Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggelar aksi bungkam, di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Selasa (10/11/2020). Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama profesi wartawan.
Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi, mengatakan tindakan yang dilakukan Wali Kota Bandarlampung Herman HN terhadap wartawan merupakan bentuk pembungkaman terhadap pers serta penekanan terhadap kemerdekaan pers.
"Karena itu kami diam. Kami sampaikan apa yang terjadi agar masyarakat yang menilai," kata Juniardi usai melakukan aksi bungkam di halaman Kantor Pemkot Bandar Lampung.
Selain itu, aksi bungkam tersebut merupakan kritik yang disampaikan massa aksi melalui tulisan dilakukan dalam bentuk berdiam diri alias bungkam. "Ini sebagai gambaran supaya tidak terjadi lagi intimidasi atau kekerasan terhadap pekerja pers saat meliput serta menjaga kemerdekaan pers," sebutnya.
Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggelar aksi bungkam, di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Selasa (10/11/2020). Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama profesi wartawan.
Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi, mengatakan tindakan yang dilakukan Wali Kota Bandarlampung Herman HN terhadap wartawan merupakan bentuk pembungkaman terhadap pers serta penekanan terhadap kemerdekaan pers.
"Karena itu kami diam. Kami sampaikan apa yang terjadi agar masyarakat yang menilai," kata Juniardi usai melakukan aksi bungkam di halaman Kantor Pemkot Bandar Lampung.
Selain itu, aksi bungkam tersebut merupakan kritik yang disampaikan massa aksi melalui tulisan dilakukan dalam bentuk berdiam diri alias bungkam. "Ini sebagai gambaran supaya tidak terjadi lagi intimidasi atau kekerasan terhadap pekerja pers saat meliput serta menjaga kemerdekaan pers," sebutnya.
Lihat Juga :